Senin, 10 Agustus 2026

Kopdes Merah Putih Dipastikan Serap Banyak Tenaga Kerja

Wamenkop Ferry Juliantono dan Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, M Isra Ramli menghadiri dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di NTB. (Foto: PCO)
Wamenkop Ferry Juliantono dan Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, M Isra Ramli menghadiri dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di NTB. (Foto: PCO)

Jakarta, PaluEkspres.com – Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan hanya akan menjawab permasalahan rantai distribusi desa yang panjang, keterbatasan permodalan masyarakat desa, atau mengatasi dominasi middleman yang selama ini menekan harga. Secara langsung, pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih akan banyak menyerap tenaga kerja.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office-PCO) Isra Ramli di sela Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/6/2025). 

“Kopdes akan banyak membuka lapangan kerja,” katanya.

Ia menjelaskan pelaksana operasional Kopdes Merah Putih minimal ada tiga pengurus yang dipilih oleh anggota koperasi. Mereka terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. 

“Berdasarkan kebutuhan usaha, akan ada tambahan pekerja yang mana status mereka bukan ASN atau P3K, tapi benar-benar sebagai karyawan koperasi,” terangnya.

Isra hadir bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam acara dialog dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal beserta jajaran. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan Kopdes Merah Putih bisa beroperasi pada Oktober 2025 di sedikitnya 80 ribu desa.

Dialog juga diikuti Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri La Ode Ahmad P Bolombo, Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Literasi dan Pemberdayaan Media Koperasi Sweeta Melanie dan para pejabat kementerian/lembaga terkait serta sejumlah Kepala Daerah se-NTB.

Wamenkop mengapresiasi Provinsi NTB yang melibatkan universitas untuk mendampingi dan memberikan pelatihan serta membuat Kopdes Merah Putih berbasis data desa presisi. Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih memberikan kesempatan kepada dunia pendidikan untuk aktif berpartisipasi dalam pembentukan Kopdes Merah Putih.

Wamenkop mengaku lega atas antusiasme masyarakat dalam kegiatan persiapan Kopdes ini. 

“Capek kami hilang melihat sambutan dan semangat masyarakat, khususnya di NTB ini, dalam menyambut Kopdes Merah Putih,” kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Nasional Pembentukan Kopdes Merah Putih tersebut.

Acara di Desa Kembang Kuning Lombok Timur ini, ujarnya, menjelaskan bahwa koperasi yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto diterima dan disambut gembira oleh masyarakat. Apalagi, Pemerintah Provinsi NTB telah menyatakan dukungan dengan turut menggandeng dunia kampus untuk bisa turut memberi pelatihan bagi calon anggota koperasi.

Kopdes Merah Putih akan membangun ekosistem bisnis dan digitalisasi. Butuh kerja keras semua pihak dalam pembentukannya, agar sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi. Saat ini, sudah memasuki tahapan yang penting, sebab sedang dilakukan pembuatan bisnis model dan bisnis proses serta penyiapan modul pelatihan serta penyiapan pendampingan.

“Kopdes Merah Putih memperlihatkan bahwa proses demokratis kekeluargaan dan gotong royong sesuai dengan prinsip koperasi, dan ini telah terjadi dalam pelaksanaan musyawarah desa kelurahan di seluruh Indonesia,” kata Wamenkop yang dalam kegiatan tersebut menyerahkan akta notaris pendirian Kopdes Merah Putih Kembang Kuning.

Ada enam kegiatan yang akan dijalankan oleh salah satu Kopdes percontohan ini, yaitu gerai sembako, gerai apotek, gerai klinik, transportasi, gerai sarana produksi pertanian, serta pergudangan untuk menampung hasil pertanian.

Sedangkan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, pemerintah daerah akan mengawal Kopdes Merah Putih dengan pengawasan dan manajemen. Ia beranggapan banyak koperasi kolaps, karena pengurusnya belum mampu mengelola dengan baik. 

Untuk itulah ia menggandeng perguruan tinggi, salah satunya Universitas Mataram (Unram), untuk membina berbagai koperasi, termasuk Kopdes Merah Putih.

“Dalam waktu dekat, kami akan panggil pengurus koperasi yang ada di desa untuk mengikuti pelatihan pengelolaan koperasi dengan menggandeng Unram, dengan harapan pengelolaan koperasi lebih baik lagi,” kata Lalu. 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization