Jumat, 18 September 2026
Opini  

Membangunkan BUMD dari Tidur Panjang: Catatan atas Pembekuan PT Pembangunan Sulteng

Oleh: Jafar G Bua (Tenaga Ahli Anggota DPR RI)

Pada akhirnya, sebuah keputusan berani harus diambil. Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, memilih untuk tidak terus-menerus membebani rakyat dengan ilusi kemajuan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusda yang stagnan. Ia membekukan operasional PT Pembangunan Sulteng — entitas yang pernah dibalut ambisi korporatis dengan nama Sulteng Corp, namun tak pernah benar-benar menanggalkan selimut birokrasi dan inefisiensi kronis.

Langkah ini bukan tanda mengangkat bendera putih, tapi awal dari pembersihan luka yang tak kunjung sembuh. Bila dibiarkan, perusahaan ini hanya akan menjadi zombi fiskal: hidup segan, mati tak diurus.

Sejarah panjang BUMD di berbagai provinsi menunjukkan betapa mudahnya mimpi transformasi ekonomi lokal berubah menjadi beban struktural. PT Pembangunan Sulteng adalah contoh klasik dari BUMD yang lahir dari niat baik, tetapi tumbuh dalam ekosistem yang tak mendukung kinerja korporat.

Dibentuk untuk menjadi instrumen pembangunan, perusahaan ini justru tak kunjung menemukan core business yang jelas. Tidak ada satu pun sektor – entah properti, jasa keuangan, niaga, ataupun pertambangan – yang benar-benar menjadi pijakan kuatnya. Hasilnya adalah pemborosan sumber daya, konflik kepentingan, dan birokratisasi berlebihan, serta rerumputan yang tumbuh di bekas tapak PT. Pembangunan Sulteng setelah kantornya dirubuhkan dulum

Padahal, Sulawesi Tengah punya potensi ekonomi luar biasa: tambang nikel dan emas di Morowali dan Palu, pariwisata eksotis di Donggala, potensi perikanan dan pertanian yang belum dimaksimalkan. Tapi, seperti sering terjadi, potensi tidak otomatis berbanding lurus dengan kapasitas institusi daerah untuk mengelolanya.

Kontras mencolok muncul bila kita melihat Sulawesi Selatan. Di sana, BUMD seperti PT Sulsel Citra Indonesia sempat mengalami fase inkonsistensi bisnis, namun perlahan bangkit. Berkat penguatan tata kelola dan perombakan SDM, perusahaan itu kini menggandeng sektor swasta dalam proyek-proyek logistik, pertanian, dan bahkan energi baru terbarukan.

Kuncinya: penempatan profesional non-partisan di posisi strategis, keberanian melakukan evaluasi bisnis tanpa tekanan politik, serta keberpihakan terhadap efisiensi alih-alih status quo. Tidak mudah, memang. Bahkan di Sulsel, masih banyak cerita tentang penyertaan modal tanpa hasil, proyek mangkrak, atau laporan keuangan yang tidak transparan. Tetapi setidaknya, ada usaha untuk berubah.

Gubernur Anwar Hafid tampaknya memahami satu hal penting: dalam dunia bisnis, keburukan tidak bisa disembuhkan hanya dengan niat baik. Karena itu, langkah membekukan PT Pembangunan Sulteng bukan akhir, tapi titik nol. Titik untuk menghapus warisan inefisiensi, mengganti pengurus yang gagal, dan membuka lembaran baru dengan pendekatan korporasi modern.

Langkah ini pun dilandasi kesadaran bahwa transformasi tak mungkin berhasil bila aktor-aktornya masih orang-orang lama dengan pola pikir lama. Maka, melibatkan SDM profesional, mengevaluasi core business, dan membangun tata kelola yang akuntabel menjadi keharusan — bukan tambahan.

Ini sejalan dengan prinsip good governance: akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas. Tanpa ini, Sulteng akan terus menjadi provinsi yang kaya sumber daya, tetapi miskin daya kelola.

Idealnya, BUMD adalah kepanjangan tangan daerah untuk mengintervensi pasar — saat swasta belum mampu menjangkau — dan sekaligus menjadi mesin pendapatan asli daerah. Namun, peran ini hanya bisa dijalankan bila perusahaan dikelola secara rasional, bukan emosional; berbasis data, bukan kedekatan.

Maka tantangan ke depan bagi PT Pembangunan Sulteng adalah mendesain ulang visinya: apakah ia akan fokus pada sektor hilirisasi tambang, penyediaan logistik untuk kawasan industri, atau menjadi holding investasi daerah? Pilihannya harus jelas, terukur, dan dikawal secara ketat.

Jangan sampai pembekuan hari ini hanya menjadi ritual simbolik yang akan dihidupkan kembali dengan wajah lama dan kebiasaan usang. Bila itu terjadi, Sulteng hanya akan mengulang sejarah.

Kita patut memberikan benefit of the doubt kepada Gubernur Anwar Hafid. Ia setidaknya mengakui ada yang salah dan memilih untuk tidak terus menambal ban yang sudah bocor total dan penuh tambalan lama. Tetapi pengakuan saja tak cukup.

Perlu roadmap penataan BUMD yang melibatkan kalangan profesional, akuntan publik, hingga akademisi. Perlu audit menyeluruh — tidak hanya keuangan, tapi juga audit manajemen dan model bisnis. Perlu keterlibatan publik untuk memastikan proses ini bukan sekadar pergantian nama dan jabatan.

Kalau tidak, maka PT Pembangunan Sulteng hanya akan jadi fosil ekonomi daerah: tak berguna, hanya jadi bahan cerita tentang kegagalan membangun institusi lokal yang sehat.

Dan kita akan menyesal — bukan karena kekurangan sumber daya, tapi karena tak pernah sungguh-sungguh membenahi diri. ***

*Artikel ini sepenuhnya tanggung jawab penulis, tidak mewakili kebijakan redaksional PaluEkspres.com

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam