Sabtu, 29 Agustus 2026
Opini  

Penganggur Terpelajar

Oleh: Muhd Nur Sangadji

Pekan awal bulan  April  ini, saya  mendapat tiga keluhan dari tiga alumni  di perguruan tinggi yang berbeda.

Satu, dari  fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Tadulako.  Dua, dari  FKIP jurusan Bahasa Inggeris, universitas Khairun.  Tiga,  jurusan  pengolahan hasil bumi, Politeknik Palu.  Ujung keluhan itu adalah kehendak mendapatkan pekerjaan.

Karena kami memiliki hubungan kekerabatan, maka saya ikut merasakan bagaimana kegalauan anak muda ini.  Yakin, mereka bertiga hanyalah contoh saja.

Di luar sana, berjubel alumni sejenis yang  kebingungan menemukan tempat untuk bekerja. Dari pada menjadi pengangguran, lebih baik mendapat kerjaan apa saja.

Waktu sekolah di Prancis, saya melihat kawan saya, gadis Perancis asli, sangat berbangga ketika   memperoleh pekerjaaan.

Padahal, pekerjaannya berkatagori rendah (ukuran kita), yaitu “menjaga bayi” (gardien le bebe).  Mengagumkan, karena gadis ini berasal dari keluarga berpunya. Sementara itu, negara Perancis ini bahkan punya tunjangan pengangguran yang besarnya per bulan hampir sama dengan bea siswa saya.

Anak- anak Jepang, akan berebut menjadi pekerja sosial (sukarelawan) sebagai ajang melatih diri  menghadapi dunia kerja. Dan, dunia kerja juga  menjadikan pengalaman sukarelawan sebagai satu  prasyarat diterima menjadi karyawan. Bahasa lain dari pengalaman kerja.

Tapi, sukarelawan bermakna lebih dalam karena  menyertakan aspek  perilaku “berbagi”.
Sekarang, bagaimana kita menyiapkan anak-anak kita dari bangku sekolah hingga bangku kuliah.

Sekolah kita memberi apa? Ketika mereka dididik  selama 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA dan 4 tahun perguruan tinggi. Ya, memberi apa? Jikalau,    di ujung waktu itu, yang relatif 15-17 tahun,  mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.  Padahal, 17 tahun itu adalah waktu lama untuk membentuk manusia menjadi mandiri.

Di kampus IPB, guru saya memberi katagori kepada murid-muridnya dengan ungkapan filosofis orang Sunda. Ada kelompok mahasiswa yang menganut falsafah “Engke kumaha = nanti bagiamana?” dan kumah Engke = bagaimana nanti? untuk kelompok yang lain.

Kelompok pertama jelas memiliki “individual vision”  yang jelas. Sementara kelompok kedua, mengabaikannya. Apa yang terjadi kedepan, nantilah dipikirkan belakangan.

Mungkin, di titik inilah kita perlu memulainya   kembali. Dan, kita sebagai guru (baca; orang tua, guru formal dan masyarakat) sangat  berperan  penting.

Maka jadilah kita, guru yang bisa berperan di semua level. Seperti kata William Arthur Ward yang membagi Guru dalam 4 katagori The mediocre teacher “TELLS”, the good teacher “EXPLAINS”, the superior teacher “DEMONSTRATES” and The great   teacher “INSPIRES”.

Semogalah, kita yang semuanya adalah guru, berperan meretas angka pengangguran terpelajar yang terus membengkak. Amien.

 

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global