Jumat, 18 September 2026
Opini  

Penganggur Terpelajar

Oleh: Muhd Nur Sangadji

Pekan awal bulan  April  ini, saya  mendapat tiga keluhan dari tiga alumni  di perguruan tinggi yang berbeda.

Satu, dari  fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Tadulako.  Dua, dari  FKIP jurusan Bahasa Inggeris, universitas Khairun.  Tiga,  jurusan  pengolahan hasil bumi, Politeknik Palu.  Ujung keluhan itu adalah kehendak mendapatkan pekerjaan.

Karena kami memiliki hubungan kekerabatan, maka saya ikut merasakan bagaimana kegalauan anak muda ini.  Yakin, mereka bertiga hanyalah contoh saja.

Di luar sana, berjubel alumni sejenis yang  kebingungan menemukan tempat untuk bekerja. Dari pada menjadi pengangguran, lebih baik mendapat kerjaan apa saja.

Waktu sekolah di Prancis, saya melihat kawan saya, gadis Perancis asli, sangat berbangga ketika   memperoleh pekerjaaan.

Padahal, pekerjaannya berkatagori rendah (ukuran kita), yaitu “menjaga bayi” (gardien le bebe).  Mengagumkan, karena gadis ini berasal dari keluarga berpunya. Sementara itu, negara Perancis ini bahkan punya tunjangan pengangguran yang besarnya per bulan hampir sama dengan bea siswa saya.

Anak- anak Jepang, akan berebut menjadi pekerja sosial (sukarelawan) sebagai ajang melatih diri  menghadapi dunia kerja. Dan, dunia kerja juga  menjadikan pengalaman sukarelawan sebagai satu  prasyarat diterima menjadi karyawan. Bahasa lain dari pengalaman kerja.

Tapi, sukarelawan bermakna lebih dalam karena  menyertakan aspek  perilaku “berbagi”.
Sekarang, bagaimana kita menyiapkan anak-anak kita dari bangku sekolah hingga bangku kuliah.

Sekolah kita memberi apa? Ketika mereka dididik  selama 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA dan 4 tahun perguruan tinggi. Ya, memberi apa? Jikalau,    di ujung waktu itu, yang relatif 15-17 tahun,  mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.  Padahal, 17 tahun itu adalah waktu lama untuk membentuk manusia menjadi mandiri.

Di kampus IPB, guru saya memberi katagori kepada murid-muridnya dengan ungkapan filosofis orang Sunda. Ada kelompok mahasiswa yang menganut falsafah “Engke kumaha = nanti bagiamana?” dan kumah Engke = bagaimana nanti? untuk kelompok yang lain.

Kelompok pertama jelas memiliki “individual vision”  yang jelas. Sementara kelompok kedua, mengabaikannya. Apa yang terjadi kedepan, nantilah dipikirkan belakangan.

Mungkin, di titik inilah kita perlu memulainya   kembali. Dan, kita sebagai guru (baca; orang tua, guru formal dan masyarakat) sangat  berperan  penting.

Maka jadilah kita, guru yang bisa berperan di semua level. Seperti kata William Arthur Ward yang membagi Guru dalam 4 katagori The mediocre teacher “TELLS”, the good teacher “EXPLAINS”, the superior teacher “DEMONSTRATES” and The great   teacher “INSPIRES”.

Semogalah, kita yang semuanya adalah guru, berperan meretas angka pengangguran terpelajar yang terus membengkak. Amien.

 

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam