Jakarta, PaluEkspres.com – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan fundamental yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dalam kurun 1,5 tahun pemerintahannya, Prabowo berhasil menghadirkan solusi atas 108 permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam buku berjudul “Presiden Solusi” yang merangkum 108 persoalan beserta solusi yang dihadirkan pemerintah, mulai dari kelangkaan LPG hingga pupuk.
Buku tersebut ditulis oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra.
Dalam peluncuran buku di Jakarta, Senin (8/6), Dirgayuza mengatakan bahwa buku tersebut bukan sekadar memuat capaian yang diraih Prabowo dalam waktu singkat, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami gagasan, pendekatan kepemimpinan, serta cara Prabowo dalam mengambil keputusan.
Menurutnya, Prabowo mampu menorehkan capaian tersebut karena meyakini bahwa kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak boleh ditunda. Alasannya, lanjut dia, Prabowo ingin masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari berbagai kebijakan pemerintah.
“Bapak Presiden kita, merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya. Karena rakyat enggak bisa menunggu. Rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin,” ujar Dirgayuza.
Ia menambahkan bahwa langkah cepat Prabowo tersebut bukan dilakukan tanpa perhitungan yang matang. Dirgayuza mengamati bahwa Prabowo selama ini menggunakan kerangka berpikir Observe, Orient, Decide, and Act (OODA) Loop sebelum mengambil keputusan.
OODA Loop merupakan kerangka kerja pengambilan keputusan yang umum digunakan di lingkungan militer, di mana keputusan strategis diambil berdasarkan kecepatan, kelincahan, dan kemampuan beradaptasi. Dalam kerangka tersebut, pengambil keputusan umumnya memulai dengan mengumpulkan data, menganalisisnya, menentukan solusi terbaik, lalu mengimplementasikannya.
Karena menggunakan pendekatan tersebut, Prabowo disebut sangat mengikuti perkembangan informasi. Ketika terdapat fakta atau temuan baru di masyarakat, ia akan mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan yang dinilai paling tepat.
“Jadi kami bekerja dengan beliau, setiap hari kami melihat bagaimana beliau sangat mengikuti perkembangan. Dan tidak akhirnya mengubur fakta yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.
Menurut Dirgayuza, pola kepemimpinan Prabowo tersebut jarang mendapat sorotan publik. Oleh karena itu, ia bersama Qodari dan Agung memutuskan untuk menuangkannya ke dalam buku “Presiden Solusi”.
Senada, Agung juga menilai bahwa Prabowo tidak pernah bersikap impulsif dalam mengambil keputusan. Berdasarkan pengalamannya, Prabowo selalu mempertimbangkan suatu keputusan secara matang, bahkan hingga tiga pekan lamanya.
“Beliau sudah wise banget. Beliau memikirkan semua sebelum diputuskan,” kata dia.






