Minggu, 9 Agustus 2026

Ditopang Ekspor Olahan Nikel hingga Sawit, Neraca Perdagangan Nonmigas RI Surplus USD 16,31 M hingga Mei 2026

Jakarta, PaluEkspres.com – Rilis data terbaru oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menunjukkan kinerja positif perdagangan nonmigas. Menjadi tulang punggung perdagangan Indonesia, komoditas nonmigas tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ekspor komoditas nonmigas mencatat pertumbuhan 3,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, dengan nilai mencapai USD 110,19 miliar. Nilai tersebut menguasai 95,52 persen dari total ekspor Indonesia, semakin mendominasi dibanding porsi tahun lalu sebesar 94,71 persen.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa neraca perdagangan nonmigas surplus USD 16,31 miliar sepanjang Januari-Mei 2026.

“Surplus neraca perdagangan nonmigas hingga Mei 2026 didorong oleh kinerja positif ekspor yang mencatat nilai USD 110,19 miliar, lebih tinggi dibandingkan total impor sebesar USD 93,88 miliar,” jelas Amalia melalui keterangannya, Rabu (1/7).

Menurutnya, ekspor produk industri pengolahan menjadi pendorong utama ekspor nonmigas hingga Mei 2026, dengan nilai mencapai USD 94,62 miliar atau naik 6,80 persen dibanding periode Januari-Mei 2025.

“Ekspor sektor industri pengolahan dengan kinerja yang impresif yaitu ekspor produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya, serta semi aluminium,” kata Amalia.

BPS mencatat ekspor produk olahan nikel hingga Mei 2026 mencapai USD 5,41 miliar atau naik 61,06 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, minyak kelapa sawit USD 11,50 miliar atau naik 8,58 persen, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian USD 4,99 miliar atau naik 21,39 persen, sementara kimia dasar anorganik lainnya USD 1,38 miliar atau naik 84,34 persen.

Tiongkok tercatat sebagai negara tujuan utama ekspor nonmigas hingga Mei 2026, dengan nilai USD 28,54 miliar, tumbuh impresif 17,68 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ekspor nonmigas juga terekam ke negara/kawasan tujuan utama lainnya, yakni Amerika Serikat USD 12,73 miliar atau naik 5,13 persen, India USD 7,43 miliar atau naik 1,96 persen, ASEAN USD 22,13 miliar atau naik 3,03 persen, dan Uni Eropa USD 7,99 miliar atau naik 2,93 persen.

Sementara impor komoditas nonmigas hingga Mei 2026 mencapai USD 93,88 miliar. Tiga komoditas utama impor nonmigas yakni mesin/peralatan mekanis (USD 16,16 miliar), mesin/perlengkapan elektrik (USD 13,95 miliar), serta plastik dan barang dari plastik (USD 4,92 miliar). Ketiga komoditas tersebut memiliki kontribusi sekitar 37,31 persen dari total impor nonmigas sepanjang Januari-Mei 2026.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital