Minggu, 9 Agustus 2026

Produksi Beras Diprediksi Tembus 25,28 Juta Ton per Agustus 2026, Perkuat Swasembada Pangan RI

Jakarta, PaluEkspres.com – Produksi beras dalam negeri untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diprediksi mencapai 25,28 juta ton. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi ini meningkat 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya luas panen dan produksi padi nasional. Hal ini juga memperkuat optimisme Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Produksi beras sepanjang Januari-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton atau meningkat sebesar 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Ini sejalan dengan perkiraan kami bahwa pada periode Juni-Agustus akan terjadi kenaikan produksi beras menjadi 8,42 juta ton atau naik 1,17 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).

Ateng melanjutkan, BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 8,42 juta ton, meningkat 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menegaskan peningkatan produksi beras tersebut ditopang oleh produksi padi yang juga mengalami kenaikan. BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG).

Adapun potensi produksi padi pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 14,61 juta ton GKG. Ini meningkat 0,17 juta ton GKG atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025,” ucapnya.

Ateng menjelaskan kenaikan produksi ini berjalan seiring bertambahnya luas panen padi. Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare. Selanjutnya, potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, meningkat 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ateng.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian. Mulai dari percepatan tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang berpihak pada petani.

“Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera,” kata Amran.

Amran menegaskan tren peningkatan produksi yang terus terjaga tersebut juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton, sehingga menempatkan Indonesia di posisi empat besar produsen beras terbesar di dunia.

“FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia tahun ini mencapai sekitar 38 juta ton. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah berada pada jalur yang benar. Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global,” ujar dia.

Pemerintah akan terus menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional, di antaranya dengan membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi, memperluas area tanam, mengoptimalisasi lahan rawa, mengembangkan mekanisasi pertanian, mendorong penggunaan benih unggul, serta memperkuat hilirisasi pertanian.

“Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik. Dengan kerja bersama, kita optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital