Jakarta, PaluEkspres.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal PAUD Dikdas PNFI terus berkomitmen untuk menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini menjadi perwujudan dari visi pemerintah dalam memastikan bahwa sekolah bukan hanya sekadar tempat belajar, melainkan sebuah lingkungan yang sehat, aman, dan membanggakan bagi seluruh ekosistem pendidikan.
Direktur Jenderal PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kehadiran negara secara konkret di sektor pendidikan.
“Program revitalisasi satuan pendidikan adalah ikhtiar negara dalam menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anak-anak di Indonesia. Tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merencanakan sebanyak 11.744 satuan pendidikan penerima revitalisasi. Prioritas revitalisasi adalah satuan pendidikan terdampak bencana, satuan pendidikan wilayah 3T, serta satuan pendidikan yang rusak berat di seluruh Indonesia,” ungkap Gogot.
“Progres penyaluran bantuan terus berjalan, sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 8.503 satuan pendidikan atau 72% dari target 11.744 satuan pendidikan dengan nilai bantuan 3,69 triliun. Khusus wilayah bencana, sedang dibangun sebanyak 3.101 satuan pendidikan dengan nilai bantuan 2,97 triliun,” tambahnya.
Sejalan dengan target tersebut, progres penyaluran anggaran dan bantuan teknis di lapangan dilaporkan terus bergulir dengan sangat positif. Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa realisasi serapan anggaran sejauh ini menunjukkan tren yang baik sesuai dengan target periodik.
Melihat urgensi peningkatan kualitas sarana pendidikan di daerah, pemerintah bergerak cepat untuk memperluas jangkauan kebijakan ini secara signifikan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan agar perluasan akses dan pemerataan fasilitas pendidikan layak dapat dirasakan lebih masif oleh masyarakat.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, tambahan sasaran program revitalisasi tahun 2026 ditargetkan menjadi 71.744 satuan pendidikan,” tegas Gogot.
Melalui akselerasi yang masif, Kemendikdasmen optimistis komitmen negara untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa dapat segera terwujud.






