Jakarta, PaluEkspres.com — Presiden RI Prabowo Subianto menekankan tiga langkah utama yang perlu dipercepat pemerintah untuk memperkuat kepercayaan pasar dan menjaga ketahanan ekonomi nasional, yakni menderegulasi perizinan, mempercepat hilirisasi dan industrialisasi, serta menjaga stabilitas iklim usaha.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai rapat di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6).
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo kembali mengingatkan pentingnya penyederhanaan regulasi dan perizinan guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kemudahan berusaha menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi dan memperkuat daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
“Supaya iklim investasi dan ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif,” ujar Prasetyo.
Selain deregulasi, Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada percepatan program hilirisasi dan industrialisasi nasional. Prasetyo menyebut arahan tersebut secara khusus ditujukan kepada Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, yang juga tergabung dalam Satuan Tugas Hilirisasi dan Industrialisasi.
Menurut Prasetyo, penguatan nilai tukar dan ketahanan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kinerja ekspor dan impor Indonesia. Karena itu, hilirisasi dan industrialisasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
“Kalau kita berbicara penguatan mata uang, maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita. Nah, berkaitan dengan performa ekspor dan impor kita itu, salah satunya juga berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi,” katanya.
Ia menjelaskan hilirisasi dan industrialisasi memiliki dua manfaat strategis. Pertama, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap barang impor. Kedua, menciptakan produk bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan kekayaan dan pendapatan negara.
Lebih lanjut, Presiden juga menyoroti mulai tumbuhnya kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia, termasuk terhadap instrumen pendanaan global yang diterbitkan Danantara. Karena itu, pemerintah ingin memastikan berbagai program strategis berjalan lebih cepat agar momentum positif tersebut dapat terus terjaga.
Prabowo menilai stabilitas menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam menjaga kepercayaan pelaku usaha dan pasar. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku ekonomi, dan dunia usaha untuk bersama-sama menjaga stabilitas serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.






