Sabtu, 8 Agustus 2026

Soal Syria, Putin Menolak Menuruti Amerika

Presiden Rusia Vladimir Putin juga buka suara. Menurut dia, hubungan dengan Paman Sam mengalami kemunduran sejak masa kepemimpinan Donald Trump. ’’Bisa dibilang level kepercayaan pada urusan kerja sama, khususnya di bidang militer, tidak meningkat, tapi malah memburuk,’’ bunyi transkrip wawancara Putin dengan televisi Mir yang dirilis Kremlin. Itu adalah kali pertama Putin bicara. Sebelumnya, hanya juru bicaranya yang berkomentar.

Pemimpin 64 tahun tersebut menuding pihak-pihak yang menentang Assad sengaja membuat serangan senjata kimia di Kota Khan Sheikhun dan menyalahkan Damaskus. Tujuannya, menarik AS lebih dalam ke konflik yang sudah berjalan selama tujuh tahun itu. ’’Mana buktinya jika pasukan Syria menggunakan senjata kimia? Tidak ada,’’ tegasnya.

Di waktu yang hampir bersamaan dengan keluarnya pernyataan Putin tersebut, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu. Mereka membahas serangan senjata kimia dan misil AS di Syria. Tillerson menyatakan, dirinya ingin pembicaraan berlangsung sangat terbuka, jujur, dan terang-terangan.

Di lain pihak, Lavrov menegaskan, dirinya berharap bisa memahami tujuan Washington yang sebenarnya selama kunjungannya. Dia menambahkan, pertemuan itu sangat penting untuk mencegah serangan melanggar hukum yang dilakukan AS ke Syria. ’’Saya tidak akan menyembunyikan fakta bahwa kami memiliki banyak pertanyaan,’’ ujar Lavrov.

Hingga berita ini diturunkan, pembicaraan masih berlangsung. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjelaskan, Tillerson mungkin diundang untuk bertemu Putin setelah melakukan pembahasan dengan Lavrov.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan AS James Mattis menuturkan, Washington tidak memiliki keraguan sama sekali jika Assad adalah dalang di balik serangan senjata kimia yang merenggut 86 nyawa tersebut. Dia menambahkan, pasukan Rusia seharusnya sudah tahu tentang serangan itu. ’’Jika menggunakan senjata kimia lagi, mereka akan membayar sangat mahal,’’ tegasnya kepada para jurnalis.

Sementara itu, Dewan Keamanan (DK) PBB berencana melakukan pengambilan suara untuk menentukan resolusi bagi Syria. Tujuannya, mengajak pemerintah Syria bekerja sama menyelidiki serangan senjata kimia di Khan Seikhun. Namun, beberapa diplomat yakin Rusia bakal memveto resolusi tersebut. Negeri Beruang Merah itu selalu menggunakan hak vetonya untuk melindungi sekutu-sekutunya.

(Reuters/AFP/sha)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital