MOSKOW, PALUEKSPRES.COM — Ukraina memperluas kampanye serangan drone terhadap infrastruktur logistik Rusia. Kali ini, sasaran diarahkan ke Ozon, salah satu perusahaan perdagangan elektronik terbesar di Rusia, setelah sebelumnya serangkaian serangan menyasar jaringan gudang pesaingnya, Wildberries.
Sebuah pusat logistik Ozon di wilayah Orenburg, Rusia, dilaporkan terbakar setelah terkena serangan drone pada Minggu (23/8/2026). Ozon menyatakan lebih dari 300 orang dievakuasi dari lokasi tersebut dan operasional di pusat logistik itu untuk sementara dihentikan. Gubernur Orenburg Yevgeny Solntsev mengatakan dua fasilitas industri terkena dampak serpihan drone, sementara Kementerian Pertahanan Rusia menyebut enam drone berhasil dicegat di wilayah tersebut. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden itu.
Serangan terhadap fasilitas Ozon di Orenburg terjadi sehari setelah gudang perusahaan yang sama di Chapayevsk, wilayah Samara, juga dihantam drone Ukraina. Serangan pada Sabtu (22/8) menjadi serangan pertama yang secara langsung menyasar fasilitas Ozon. Akibat serangan tersebut, operasional pusat logistik Ozon di Samara dihentikan dan sejumlah orang dilaporkan terluka.
Ozon merupakan perusahaan e-commerce terbesar kedua di Rusia setelah Wildberries. Jaringan titik pengambilan barang dan pusat distribusinya tersebar luas di berbagai wilayah Rusia, menjadikannya bagian penting dari aktivitas perdagangan digital negara tersebut. Kedua perusahaan bahkan kerap dijuluki sebagai “Amazon-nya Rusia” karena dominasi mereka di pasar e-commerce.
Beralih dari Wildberries ke Ozon
Serangan terhadap Ozon terjadi setelah Ukraina selama beberapa pekan melancarkan serangan terhadap fasilitas logistik Wildberries, perusahaan ritel daring terbesar Rusia.
Militer Ukraina menuding pusat-pusat logistik perusahaan tersebut menyimpan atau mendistribusikan sejumlah barang yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan militer Rusia. Kyiv kemudian menjadikan fasilitas logistik sebagai bagian dari sasaran yang disebut berkaitan dengan infrastruktur ekonomi dan rantai pasokan perang Rusia.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan serangan terhadap pusat penyimpanan barang yang disebut memiliki penggunaan ganda dapat mengganggu logistik Rusia sekaligus memberikan tekanan terhadap perekonomian negara tersebut. Pihak Ukraina juga menyebut telah menyerang sejumlah pusat logistik Wildberries sebelum mengalihkan perhatian ke Ozon.
Serangan drone semakin meluas
Serangan terhadap Ozon merupakan bagian dari meningkatnya intensitas perang drone antara Rusia dan Ukraina.
Dalam serangan pada Sabtu malam, Rusia menyatakan telah menembak jatuh 457 drone Ukraina. Serangan tersebut juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah Rusia dan wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia.
Pada Minggu, Kementerian Pertahanan Rusia kembali melaporkan telah mencegat ratusan drone Ukraina dalam serangkaian serangan malam hari. Pemerintah Rusia menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari eskalasi serangan udara Ukraina terhadap wilayah Rusia.
Di sisi lain, Ukraina melihat serangan terhadap fasilitas logistik dan industri Rusia sebagai upaya mengganggu kemampuan ekonomi serta rantai pasokan yang menopang operasi perang Moskow.
Dengan Ozon kini menjadi sasaran setelah Wildberries, medan perang drone tampaknya tidak lagi terbatas pada fasilitas militer dan energi. Infrastruktur perdagangan dan logistik yang memiliki peran strategis dalam perekonomian Rusia juga semakin masuk dalam daftar sasaran. (AFP, Reuters, Bangkok Post)






