Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Kampanye Hitam Sengatannya Meluber Kemana-mana

Tasrief Siara

Oleh Tasrief Siara

PEMILIHAN Gubernur DKI Jakarta putaran kedua yang akan dilaksanakan pekan ini kembali  menorehkan sejumlah masalah. Satu diantaranya adalah kampanye hitam. Ada yang diproduksi secara samar dan ada pula yang terang benderang. Siapa pembuatnya?

Contoh yang terakhir itu adalah produksi Tim Ahok Djarot yang kembali mengusik  isu keberagaman.  Dan kita menyayangkan itu karena implikasinya bisa meluber jika tak cepat diredam secara dini.

Kampanye hitam dan kampanye negative terlihat lebih mendominasi di alam jagad media sosial. Saling serang dan saling menyudutkan menjadi warna dominan.
Rakyat sepertinya tak mendapat pembelajaran demokrasi yang baik dan benar, kecuali perseteruan.
Kampanye hitam isinya lebih tepat disebut fitnah karena ia tak bersandar pada fakta, sementara kampanye negatif bersandar pada fakta namun isinya menyorot sisi negatif sang kandidat, misalnya pernah membuat keputusan yang keliru dan mengorbankan banyak orang.

Mungkin yang terlupakan oleh para aktor intelektual pembuat narasi kampanye hitam itu, rakyat dipikirnya gampang percaya dengan aksara hitam yang diumbar ke publik.

Di negara yang tradisi demokrasinya sudah  mapan, bentuk kampanye hitam atau black campaign itu sudah ditinggalkan karena mereka percaya jika kampanye hitam  tak bisa menolong  menaikkan elektabilitas. Di sana rakyat sudah sangat rasional dalam menentukan pilihan.

Pertanyaan besarnya, kenapa para aktor intelektual dalam tim kampanye hitam itu masih percaya jika kampanye hitam itu efektif memengaruhi menaikan elektabilitas seseorang? Jawabannya mungkin ada relevansinya dengan ungkapan bagus –walau sumbernya masih anonym- yang sering  dikutip oleh Anna Eleanor Roosevelt, istri bekas Presiden Amerika  ke 32  Franklin Delano Rosevelt.

Kutipan itu tertulis begini; Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. Jika diartikan secara bebas, menjadi begini; Pikiran besar membicarakan gagasan, pikiran sedang membicarakan peristiwa, pikiran kecil membicarakan orang.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital