Sabtu, 8 Agustus 2026

LPM Harus Proaktif dalam Pembangunan

PALU,PE – Keikutsertaan masyarakat dalam sebuah kebijakan proses pembangunan saat ini perlu terus didorong oleh semua pihak utamanya pemerintah. Salah satu langkah untuk memfasilitasi keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan itu melalui pembentukan forum lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM).

“Kecendrungan melibatkan masyarakat muncul karena satu kesadaran kolektif yang dirasakan oleh para pelaku perencana dan pembangunan. Karena sebesar apapun sumber daya materil yang dimiliki suatu daerah itu tak akan memberi manfaat jika tidak mengikutsertakan masyarakat dalam keseluruhan rangkaian prosesnya,” ujar Sekretaris Kota Palu Drs Aminuddin Atjo saat mengukuhkan pengurus LPM Kota Palu, Rabu 29 Juli 2015 di kantor Walikota Palu.

Tanpa keikutsertaan masyarakat dapat berpotensi hilangnya inisiatif masyarakat dan memunculkan apatisme yang masif terhadap setiap hasil pembangunan. Hal itu menyebabkan sumber daya yang dibangun tidak memiliki umur kemanfaatan yang panjang. Bahkan lebih tragis lagi secara berangsur memudarkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah.

“Karena produk pembangunan yang dilakukan ternyata berbeda dan tidak bermanfaat secara utuh pada masyarakat,” ujar Sekkot.

Kondisi itu menurutnya memunculkan realitas bahwa kapasitas masyarakat hanya diperlakukan sebagai proyek gugur kewajiban semata. Dilaksanakan karena pembiayaannnya sudah terlanjur disiapkan tanpa adanya upaya dialog kembali.

“Biasanya dalam konteks proyek, masyarakat hanya sekadar diletakkan pada posisi sebagai objek yang butuh perhatian, belas kasihan, bantuan dan fasilitasi,” ujarnya.

Dalam kondisi seperti itu maka keberadaan agen pemberdayaan masyarakat yang ada dan hidup di masyarakat menjadi penting untuk mewarnai proses pembangunan di wilayah masing-masing. Keterlibatan agen pemberdayaan itu bisa disalurkan melalui musyawarah rencana pembangunan di wilayah masing-masing.

Dengan hadirnya LPM di tengah masyarakat, Sekkot berharap tidak akan terdengar lagi cerita minor tentang keberadaan pihak luar yang datang dengan segala programnya dan kemampuan keuangannya. Sebab kehadiran pihak luar hanya membuat masyarakat bersikap ketergantungan atas program yang dibawa pihak luar.

Pemkot katanya optimis, jika lembaga ini bisa berfungsi secara ideal maka akan ada berbagai inisiatif dan kreatifitas yang muncul dari masyarakat yang bergerak karena adanya agen pemberdayaan.(mdi).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital