Sabtu, 8 Agustus 2026

Rezim Erdogan Kembali Tangkap Ribuan Pendukung Gulen

PALU EKSPRES, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menangkapi rakyatnya sendiri. Kemarin, Rabu (26/4), polisi mengamankan lebih dari 1.000 warga yang diduga sebagai imam rahasia dalam komunitas pengikut Fethullah Gulen.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan, razia anti-Hizmet tersebut berlangsung di 72 provinsi. ”Total, 1.009 tersangka diamankan dalam operasi yang melibatkan sekitar 8.500 polisi di seluruh penjuru Turki,” jelas Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu.

Dia menyampaikan, jumlah tersangka masih bisa bertambah. Sebab, razia masih berlangsung di beberapa lokasi. Selanjutnya, para tersangka menjalani interogasi dengan status tahanan.

Mengutip sumber pemerintah, Kantor Berita Anadolu mengungkapkan, razia anti-Hizmet itu penting dilakukan secara kontinu demi keutuhan Turki. Erdogan yakin Gulen yang saat ini berada di Amerika Serikat (AS) adalah dalang kudeta gagal pada Juli lalu.

Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kudeta yang sama, pemerintah harus mengamankan para pengikut setia ulama tersebut.

Kemarin polisi menangkap 390 tersangka di Kota Istanbul. Sebagai kota terpadat Turki, Istanbul memang menjadi perhatian utama aparat dalam razia. Apalagi, Gulen mendapatkan perhatian besar dari masyarakat kota itu.

Soylu menyebutkan, razia tersebut disusul razia-razia berikutnya hingga masa darurat berakhir pada 19 Juli. Setelah kudeta gagal sampai sekarang, Turki berada dalam masa darurat.

Hizmet, gerakan yang dicetuskan Gulen, membantah seluruh tudingan Erdogan tentang kudeta. Mereka juga mengklaim sebagai kelompok moderat yang sama sekali tidak menebarkan bibit terorisme sebagaimana tuduhan sang presiden.

Hingga sekarang pun, Turki masih meminta AS mengekstradisi Gulen. Ulama 75 tahun tersebut tinggal di Negeri Paman Sam sejak 1999 setelah hubungan baiknya dengan Erdogan putus.

Selama sembilan bulan berada dalam masa darurat, Turki mengamankan sedikitnya 47.000 orang yang diduga terlibat kudeta gagal pada tahun lalu. Mayoritas di antaranya adalah anggota Hizmet.

Para pengikut Gulen tersebut diduga kuat menebarkan benih anti-pemerintah dalam masyarakat. Sementara itu, para tokoh penting Hizmet yang disebut imam rahasia malah berani memengaruhi polisi dengan menggunakan ajaran mereka.

(AFP/Reuters/hep)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital