Minggu, 9 Agustus 2026

Waduh, Insomnia Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

PALU EKSPRES, JAKARTA – Penelitian baru telah menemukan kaitan insomnia dengan risiko serangan jantung dan stroke. Penelitian yang dipimpin Qiao Dia dari China Medical University di Shenyang, Tiongkok, menganalisis 15 studi kohort prospektif dengan setidaknya dua tahun follow-up dan dengan total 160.867 peserta.

Penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara insomnia dan kesehatan yang buruk, tetapi hubungan antara insomnia dan penyakit jantung atau stroke sejauh ini tidak konsisten.

Untuk penelitian baru ini, tim melihat hubungan antara gejala susah tidur, termasuk kesulitan memulai tidur, kesulitan mempertahankan tidur, bangun pagi dan tidur non-restoratif serta kejadian atau kematian akibat penyakit kardiovaskular (infark miokard akut, penyakit jantung koroner, gagal jantung), stroke atau kombinasi dari peristiwa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan memulai tidur, kesulitan mempertahankan tidur, atau tidur non-restoratif telah dikaitkan dengan peningkatan dari penyakit jantung dan stroke, masing-masing sebesar 27 persen, 11 persen dan 18 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami gejala susah tidur ini.

Penderita insomnia juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

“Tidur adalah proses yang sangat penting untuk pemulihan biologis dan memakan waktu sekitar sepertiga dari hidup kita, tetapi kini, dalam masyarakat modern semakin banyak orang mengeluh tentang insomnia,” kata Qiao Dia, seperti dilansir laman MSN, Senin (15/5).

Sebagai contoh, dilaporkan bahwa sekitar sepertiga dari populasi umum di Jerman telah menderita gejala insomnia.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan insomnia bisa mengubah metabolisme dan fungsi endokrin, meningkatkan aktivasi simpatik, meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan tingkat proinflamasi dan sitokin inflamasi, yang semuanya merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular dan stroke,” tutur Qiao Dia.

Qiao Dia menambahkan, perempuan lebih rentan terhadap insomnia karena perbedaan genetika, hormon seks, stres dan reaksi terhadap stres. Temuan ini telah dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology.

(fny/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital