Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

KPH Pulau Peling Tak Punya Tenaga Penyidik

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola didampingi Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, Zainal Mus mengunjungi Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Peling Dinas Kehutanan Sulteng, di Salakan, Banggai Kepulauan.

Rombongan disambut langsung  Kepala UPT KPH, Diostenhes Evangelist. Ia pun memenfaatkan kesempatan itu untuk curhat mengenai kondisi terkini yang ia hadapi dalam melaksanakan tugas.Dios lalu mengajukan sejumlah permintaan.

UPT KPH jelas Dios, saat ini terdiri 4 pejabat struktural, 7 penyuluh hutan, 12 polisi hutan, 4 bakti rimbawan, 6 honorer dan 1 staf PNS.

KPH Pulau Peling sebutnya meng-cover area hutan seluas lebih kurang 117Ha. Terdiri hutan lindung,produksi terbatas dan hutan produksi tetap.
Namun dari segi personil, KPH Pulau Peling menurutnya belum mempunyai tenaga penyidik.

Sementara untuk ruang kantor, penggunaannya masih berbagi gedung dengan tenaga penyuluh dinas pertanian Bangkep.

Hal lain yang diminta Dios pada gubernur agar 6 tenaga honorer yang ada di KPH bisa terakomodir provinsi sebab mereka telah diikut sertakan dalam diklat polisi hutan.

Gubernur Longki mengapresiasi kinerja Dios dan jajaran KPH Pulau Peling yang baru terbentuk 6 bulan yang lalu.
“Selama 6 bulan anda sudah berhasil mengorganisir sumber daya yang ada, ini berarti suatu kemajuan saudara selaku ujung tombak kehutanan di kabupaten,”kata Longki memuji.

Gubernur berharap pula UPT meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan. Dengan begitu kesadaran masyarakat menjaga lingkungan utamanya dalam menekan jumlah pembalakan liar di Sulteng bisa terwujud.

“Seluruh unsur terkait wajib menjaga dan melestarikan hutan, Saya harap ada kesadaran masyarakat melalui saudara-saudara semua sehingga polhut ngga usah jadi orang yang sangat ditakuti selama masyarakat itu sadar tidak berbuat illegal logging,”demikian gubernur.

Turut serta meninjau KPH, Kadis Kehutanan Nahardi, Karo Humas Protokol Ridwan Mumu dan Kajati Sulteng.

(humas)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital