Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Curah Hujan Tinggi, Masyarakat Tolitoli dan Buol Harus Waspada

PALU EKSPRES, PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kabupaten Buol dan Tolitoli untuk tetap waspada karena curah hujan pada dua wilayah itu diperkirakan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Bukan hanya hujan, tetapi juga angin kencang yang disertai petir atau kilat sehingga perlu mendapat perhatian masyarakat,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu, Kasiron.

Ia mengatakan berdasarkan analisis dan foto satelit BMKG menunjukan adanya titik-titik awan hitan yang berpeluang terjadinya hujan juga di beberapa kabupaten lain seperti Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Morowali, Morowali Utara, Sigi dan Kota Palu.

Khusus di Kabupaten Tolitoli dan Buol, katanya, curah hujan meningkat mulai hari ini sampai 17 Juni 2017. Pelaku Masyarakat di dua wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada karena bencana alam banjir dan tanah longsor bisa saja kembali terjadi.

Apalagi, jika berpapasan dengan air laut pasang dan sungai yang banjir, dipastikan airnya akan meluap kembali ke permukiman warga seperti yang terjadi sebelumnya.

Kabupaten Tolitoli selama Juni 2017 ini sudah dua kali dilanda banjir bandang yakni tanggal 3 dan 13 yang sempat melumpuhkan perekonomian masyarakat di sebagian besar Kota Tolitoli.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng dan BPBD Kabupaten Tolitoli menyebutkan banjir dan tanah longsor yang memorak-porandakan permukiman dan sarana/fasilitas serta infranstruktur jalan, listrik dan air bersih di daerah itu merupakan terbesar dalam kurun waktu beberapa puluh tahun terakhir ini.

Banjir bandang yang terjadi pada 03 Juni 2017 menelan korban jiwa dua orang dan puluhan luka-luka serta puluhan rumah hanyut dan ratusan lainnya mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat.

Hingga kini, kata Kepala BPBD Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala, pemerintah masih mendata dan menghitung kerugian yang diakibatkan bencana alam banjir dan longsor yang menghajar daerah penghasil cengkih terbesar di Sulteng itu.

(antara/kia)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital