Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Berburu Hagala, Tradisi Lebaran Bocah Desa Malala yang Masih Eksis

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Berburu ‘hagala’ atau uang hadiah, wajib hukumnya bagi anak saat lebaran idul fitri. Tradisi demikian hampir terjadi disemua daerah‎

Namun sedikit berbeda bocah-bocah di Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, Sulteng. Orang-orang tak perlu repot menyediakan uang pecahan kecil tatkala rombongan bocah mulai berseliweran di rumah-rumah warga.
‎‎
Mereka rombongan bocah -bocah hanya sekedar mampir sebentar bersilaturrahim. Mengenalkan diri pada sipemilik rumah. Menyebutkan asal dusun, sekolah dan nama kedua orang tua.

Semisal 10 anak dalam satu rombongan, hampir pasti si pemilik rumah mengenali satu atau dua diantara orang tua mereka. Terkadang jika ditelusuri, ada diantaranya masih terikat hubungan keluarga.

‎Usai menyalami orang seisi rumah, mereka pun berlalu pergi kerumah lainnya. Demikian singkat, hingga tak perlu repot menyuguhkan kue dan minum. Apalagi lembaran uang sebagaimana umumnya tradisi lebaran.‎

‎Toko masyarakat setempat menyebut tradisi demikian sudah berlaku puluhan tahun silam. Sebuah tradisi untuk membiasakan anak usia dini mengenali warga sekampungnya.

“Kelak mereka dewasa nanti, tak ada warga yang tak mereka kenali,”kata Sahrul, tokoh masyarakat setempat.

Kebiasaan lain bocah-bocah di desa yang berjarak tak lebih 60km dari ibukota Kabupaten Tolitoli ini saat lebaran adalah memberi sedekah kepada guru mengaji mereka. Di desa ini taman pengajian al-quran (TPA) dari lembaga formal hampir tak ada. Orang tua masih mengandalkan guru mengaji kampung. ‎

‎Karena itu dikala lebaran, rumah yang wajib dikunjungi pertama kali adalah guru ngaji untuk memberi sejumlah uang sesuai kemampuan. ‎

Maklum saja, jasa guru ngaji kampung berbeda dengan taman pengajian formal. Guru ngaji kampung tidak membebani biaya pendaftaran apalagi iuran bulanan.

Muridnya hanya perlu melakukan ‘cera’ atau selamatan dalam setiap prosesnya. Cera dilakukan apabila seorang murid berhasil menamatkan bacaan untuk Al-Qur’an kecil. Kemudian dilakukan lagi saat berhasil menamatkan bacaan Al-Qur’an besar. ‎

Biaya yang dikeluarkan dalam proses cera tidak terlalu mahal. Cukup dengan membawa seekor ayam kampung dan sebungkus gula merah.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital