Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Duh Miris Banget, Ratusan Atlet Daerah Ini ” Mengemis” Demi Bisa Ikut Porprov

PALU EKSPRES, TABALONG – Miris. mungkin kata itulah yang tepat untuk menggambarkan kondisi atlet di wilayah Kotabaru, Kalimantan Selatan. Karena tidak ada biaya untuk mengikuti kegiatan Porprov X di Tabalong pada Oktober nanti, ratusan atlet terpaksa ‘mengemis’ kepada warga di pusat kota.

Aksi yang diikuti atlet 30 Cabor (cabang olahraga) itu dimulai pada pukul 15.30 Wita. Mereka terdiri dari atlet senior sampai junior. Dalam menjalankan aksinya, ada yang standby di lampu merah. Juga ada barisan drumband memeriahkan aksi galang dana itu. Mereka membawa spanduk dan bakul purun tempat sumbangan.

“Malu saya sebagai putra daerah Kotabaru melihat ini. Jujur, miris. Aku yang biasa tanding balap, paham apa yang dirasakan kawan-kawan atlet, harga diri. Mundur saja lah kalau tidak bisa selesaikan ini,” ujar Tajerian Noor atlet balap offroad kelahiran Kotabaru mengomentari aksi itu, dilansir dari Radar Banjarmasin(Jawa Pos Group) Kamis(7/9).

Selain atlet, aksi penggalangan dana ini juga ditanggapi emosional oleh warga Kotabaru. “Nangis saya, jujur. Ini baru sekali ini kejadian begini, kasian mereka mau berangkat bawa nama baik Kotabaru,” ujar alumni STKIP Paris Barantai Kotabaru, Randy Rafsanjani.

Sementara itu, para atlet Kotabaru dengan raut wajah tegar, terus mengulurkan bakul purun kepada pengguna jalan. Mereka juga mendatangi kios-kios, pasar dan tempat umum lainnya. “Seadanya Pak, kami kekurangan dana ke Tabalong,” ujar Rahmadi atlet binaraga.

Dan ketika seorang anak kecil mendatangi atlet menyerahkan uang receh, ramai warga bersorak. Para atlet berbadan tegap tersenyum. “Kami terpaksa minta sumbangan. Mau bagaimana lagi,” ucap atlet senior panjat tebing, Ancah.

Menanggapi ratusan atlet yang mengemis ini, Ketua KONI Kotabaru Zulkipli AR menjelaskan, aksi itu atas kesepakatan 30 Cabor di Kotabaru. “Dan biar juga aksi ini jadi sejarah baru, apakah Pemkab Kotabaru merasa malu atau tidak,” ucapnya.

Menurutnya, untuk membiayai para atlet ini untuk ikut di ajang Porprov Oktober mendatang, butuh biaya yang tak sedikit. Sehingga tak mungkin tertutupi dengan hanya meminta sumbangan ke masyarakat.

“Gak mungkin mereka bisa dapat miliaran dari sumbangan warga di jalan. Tapi kita ambil saja, misalnya satu atlet perlu Rp700 ribu minimal sekali berangkat PP, dan tidur di langgar atau masjid saja, alat pakai alat tahun lalu, makan seadanya hitung saja. Jadi yang mau silakan berangkat, itulah kondisinya,” ucapnya getir.

Terpisah, ketika diminta tanggapannya perihal masalah ini, Sekda Kotabaru Said Akhmad mengklaim, anggaran Porprov sudah memerintahkan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah itu.

“Saya perintahkan Dinas Pemuda dan Olahraga, Bappeda untuk mengakomodir keperluan KONI dan membuat RKA keperluan atlet berangkat. Dan untuk keperluan dana sudah tersedia di APBD Perubahan (APBDP),” katanya.

Namun terkait anggaran APBDP yang belum diparipurnakan, dia mengatakan sudah meminta instansi terkait mengadakan dulu keperluan atlet. “Sudah memerintahkan dinas untuk melakukan pengadaan barang untuk keperluan kebutuhan atlet lebih awal. Sambil jalan, sambil menunggu proses perubahan yang informasi DPRD segera mungkin disampaikan,” tambahnya.

Dilain pihak Wakil Ketua DPRD Kotabaru M Arif menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan kapan paripurna APBDP dilakukan. Hal ini karena masih ada pembahasan yang harus dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dan DPRD Kotabaru. Dia juga membenarkan, kalau DPRD mendukung penyertaan anggaran Porprov pada APBDP sebesar Rp8,6 miliar.

Diberitakan, pada Selasa (5/9) kemarin, DPRD menggelar rapat khusus bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta KONI Kotabaru. Saat itu mereka mencari solusi kekurangan anggaran keberangkatan 550 orang kontingen ke Tabalong yang mewakili 27 Cabor.

Namun rapat itu berjalan buntu. KONI meminta jaminan tertulis bahwa mereka bisa berangkat, tapi tidak ada pejabat yang berani memberikan jaminan.

Permasalahannya sederhana. Anggaran keberangkatan dan alat tanding para atlet belum ada sama sekali. Sementara pertandingan digelar 8 Oktober nanti, kecuali dayung yang akan digelar pada akhir September ini.

Sedangkan anggaran baru dibahas di APBDP 2017, dan dalam prosedurnya baru bisa digunakan ketika APBDP sudah diparipurnakan. Pemkab melalui Sekda memberikan solusi, pengadaan alat tanding di PL (Penunjukan Langsung), sehingga tidak memakai lelang yang memakan waktu.

Saat itu Sekda mengatakan, PL sudah bisa dijalankan karena pada esensinya anggaran Rp8,6 miliar sudah disetujui. Dan saat KONI meminta pernyataan ini dijaminkan secara tertulis, tidak ada satu pun pejabat Dispora yang berani.

Masalah ini menurut KONI tidak akan terjadi jika dari awal semua keperluan Porprov dimasukkan pada APBDP murni. Sehingga para atlet sudah ada dana, dan mereka tinggal fokus latihan. Untuk kasus ini, Sekda mengaku tidak tahu kenapa anggaran Porprov tidak dialokasikan semua di awal.

Sekadar diketahui, pada APBD 2017 dana Porprov ada Rp4 miliar. Namun pada programnya di Dispora dibagi dalam dua kegiatan umum, persiapan Porprov dan pembinaan prestasi atlet. Sehingga di APBD 2017, persiapan Porprov hanya Rp 2 miliar.

(wnd/jpg/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital