Sabtu, 8 Agustus 2026

7 Bocah Nekat Bakar Pesantren, 23 Santri Tewas

PALU EKSPRES, KUALA LUMPUR – Kebakaran di Darul Quran Ittifaqiyah Tahfiz Center Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis pagi (14/9) ternyata dipicu sakit hati. Beberapa hari sebelum kejadian, santri di pesantren tersebut dan beberapa remaja sekitar saling ejek.

Merasa tak terima, tujuh remaja putus sekolah yang terlibat cekcok itu akhirnya membakar ruang tidur para santri. Sabtu (16/9) polisi berhasil menangkap seluruh pelaku. Para tersangka berusia 11–18 tahun.

Polisi berhasil menangkap para tersangka dengan bantuan rekaman CCTV dari bangunan sekitar pesantren.Beberapa tersangka terlihat di sekitar gedung. Setelah ditangkap, mereka menyebut nama teman-temannya yang terlibat.

’’Dengan ini kami nyatakan kasus selesai. Tidak akan ada lagi yang ditangkap,’’ kata Kepala Polisi Kuala Lumpur Amar Singh.

Kasus tersebut akan digolongkan sebagai tindak pembunuhan dan perusakan dengan api. Para tersangka bakal ditahan hingga 22 September demi kepentingan penyidikan.

’’Tujuan mereka memang untuk membakar (pesantren). Tapi, mungkin karena masih remaja, mereka tidak tahu bahwa itu bisa menyebabkan kematian,’’ ujar Amar saat ditanya apakah para pelaku sengaja ingin membunuh para santri.

Pelaku membawa dua tabung gas dari dapur ke lantai 2 untuk memicu api. Gara-gara tindakan pelaku yang tidak berpikir panjang itu, 23 orang tewas. Yaitu 21 santri dan 2 staf penjaga. Besar kemungkinan para pelaku melakukan aksi tersebut dalam kondisi tidak sadar.

Berdasar hasil tes urine, enam di antara tujuh pelaku positif mengonsumsi ganja. Satu orang pernah ditangkap karena mencuri kendaraan dan seorang lagi karena menjarah.

Kebaran di pesantren tersebut memicu seruan agar regulasi di sekolah keagamaan diperbaiki. Saat ini, di Malaysia ada lebih dari 500 sekolah tahfiz yang terdaftar.

Jumlah sekolah yang tak terdaftar jauh lebih banyak daripada jumlah tersebut. Berdasar data dari tim pemadam, 1.083 kebakaran terjadi di sekolah keagamaan dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 211 di antaranya rata dengan tanah.

Kasus di Darul Quran Ittifaqiyah Tahfiz Center itu merupakan yang terburuk kedua dalam sejarah Malaysia. Pada 1989 lalu, 27 siswi putri di Negara Bagian Kedah tewas saat api membakar sekolah mereka dan 8 hostel kayu di dekatnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Darul Quran Ittifaqiyah Tahfiz Center Mohd Zahid Mahmood menegaskan bahwa lembaga pendidikannya tetap buka.

Tahun pelajaran baru dimulai Oktober mendatang di gedung yang baru. ’’Bangunan (baru) itu akan diperiksa dulu oleh departemen keselamatan dan kebakaran untuk mendapatkan sertifikat kelayakan,’’ ujar Zahid. Siswa mereka tinggal 18 orang, yaitu para santri yang berhasil selamat.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengunggah foto-foto saat mengunjungi para korban selamat. ’’Mereka tampak tenang meski baru saja mengalami tragedi yang mengerikan,’’ cuit Najib di akun Twitter-nya kemarin (17/9).

(Reuters/AlJazeera/TheStraitTimes/sha/c19/any)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital