Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Kesejahteraan Psikologis Karyawan Masih Dianggap Sepele

PALU EKSPRES, PALU – Berdasarkan penelitian WHO, kondisi lingkungan tempat kerja yang buruk bisa membawa efek buruk bagi kesehatan mental pekerja, yang gilirannya merugikan organisasi kerja dan mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan ke publik.

Olehnya, momentum hari kesehatan mental, dapat diberdayakan untuk men-sharing berbagai hal, terkait permasalahan kejiwaan, melakukan upaya promotif, pencegahan dan intervensi dini, memberikan pertolongan dan bantuan psikologis kepada pegawai di lingkungan kerja masing-masing.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si saat membuka seminar nasional dalam rangka Hari Kesehatan Mental se-Dunia tingkat Provinsi Sulteng, Jumat (20/10), di aula Hotel The Sya Regency Palu.

Ia menegaskan, kultur di Indonesia, masih menganggap sepele tentang pembicaraan kesejahteraan psikologis pegawai. “Padahal, di dalam suatu organisasi kerja, pemimpin yang handal akan turut menentukan kualitas kesehatan mental pegawai dan mengurangi resiko-resiko yang berpotensi membuat ketidaknyamanan kerja,” ujarnya.

Sekaitan dengan itu lanjutnya, seorang pimpinan mestinya kapabel untuk mencipta variasi-variasi, suasana baru yang bisa mengharmoniskan lingkungan kerja, supaya tidak timbul kepenatan dan kejenuhan yang membuat pegawai stress, depresi dan perasaan negatif, yang kesemua bisa mendorong perilaku tidak produktif, keinginan yang berlebihan, sehingga menjadi beban begitu berat yang diterimanya.

“Untuk itu, saya berterima kasih kepada seluruh pihak pencetus dan penggiat hari kesehatan mental se-dunia, mudah-mudahan peringatan ini tidak berakhir seremoni saja, akan tetapi mesti kita maknai sebagai pengingat, pendorong dan pengungkit semangat para stakeholder untuk menciptakan sehat mental di tempat kerja yang ditunjukkan dengan kesejahteraan psikologis sebagai hak setiap karyawan, serta kewajiban pimpinan dan manajemen untuk memenuhinya,” sebut Gubernur.

Sementara itu, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Wilayah Sulteng Sigit Apriadi, S.Psi, mengakui Himpsi adalah organisasi profesi psikologi di Indonesia yang merupakan wadah berhimpunnya profesional psikologi yang diakui secara nasional maupun internasional dan berperan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Himpsi memiliki 25 wilayah di seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota lebih dari 11.500 orang. Sebagai wujud pelaksanaan misi Himpsi, setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental se-Dunia.

Pada 2016, Himpsi meluncurkan program Icare sesuai dengan tema “Dignity in mental healt : psyichological and mental health first aid for all”. Dan, tahun ini, Himpsi kembali meluncurkan program dengan tema “Mental health in the workplace”.

(humas/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital