Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Sifat Ini jadi Pemicu Perilaku Korup

PALU EKSPRES, PALU – Walikota Palu Hidayat berpendapat salah satu pemicu korupsi terjadi konsumerisme di era teknologi saat ini. Kemajuan teknologi yang memicu konsumerisme kerap mendorong hasrat seseorang untuk tidak mau ketinggalan memiliki produk teknologi yang terbaru.

“Bayangkan saja begitu cepatnya teknologi berganti. Budaya orang-orang saat ini tidak lagi mau disebut kuno. Selalu ingin memiliki sesuatu yang paling baru,”kata Hidayat, membuka rapat penyusunan monitoring dan evaluasi rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi kabupaten kota se Sulteng, Selasa (31/10) di Balai pelatihan kesehatan (Bapelkes) Palu.

Dia mencontohkan paling umum terjadi pada teknologi perangkat android dan kendaraan. Orang-orang selalu berhasrat ingin memiliki seri terbaru. “Karena ketidakmampuan itulah yang kadang mereka tidak bisa membentengi diri untuk hasrat itu. Lalu melakukan hal-hal yang tidak baik atau korupsi,” jelasnya.

Apalagi menurutnya Indonesia adalah negara kedua terbesar konsumtif produk teknologi. Indonesia menjadi sasaran pasar terbesar segala produk kecanggihan teknologi. “Ini mungkin yang menurut saya perlu dicarikan solusi. Mengobati nafsu untuk menjadi orang modern,”ujar Hidayat.

Karenanya hemat Hidayat, berapapun lembaga yang dibentuk pemerintah untuk memerangi korupsi, jika prilaku demikian tidak terkendali, maka korupsi akan terus terjadi.

“Sumber daya manusia harusnya tertanam prinsip beriman, berbudaya dan beradat. Jika belum mampu beriman, paling tidak prinsip berbudaya dan beradat dulu yang tertanam. Ini terkadang dua-duanya tidak ada,”terangnya.

Oleh karena itu, Hidayat mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang terus giat membimbing daerah dalam upaya pencegahan korupsi terintegrasi.

“KPK tidak bosan-bosannya membimbing dan mengarahkan agar pemerintahan berjalan lancar,baik,tertib dan program kegiatan anggaran bermafaat kepentingan bagi kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

Rapat penyusunan monitoring dan evaluasi digelar KPK RI bersama jajaran Pemkot Palu, Pemkab Donggala dan Sigi Biromaru. Kepala Deputi Pencegahan KPK RI, Tomi Murtomo hadir memandu rapat yang akan digelar hingga hari ini Rabu 1 November 2017.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital