Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Sembilan Pasien Meninggal Akibat Difteri

PALU EKSPRES, TANGERANG – Kasus wabah yang disebabkan virus Corynebacterium diphtheriae atau lebih dikenal difteri terus meluas.

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten per 13 Desember, terdapat 90 kasus dengan sembilan orang meninggal dunia.

Kasi Surveilans Imunisasi dan Krisis Kesehatan pada Dinkes Banten drg Rostina mengungkapkan, sebelumnya terdapat 85 kasus difteri.

Namun, ditemukan lagi lima kasus. Yakni, di Kota Tangerang empat kasus dan Kota Cilegon satu kasus.

”Untuk temuan di Cilegon itu, warganya asal Menes, Kabupaten Pandeglang. Kini jumlahnya bertambah menjadi 90 kasus,” ujarnya kepada Radar Banten (Jawa Pos Group).

Menurut dia, penambahan itu disebabkan masih banyak warga yang belum divaksinasi.

Dia berharap agar masyarakat segera berbondong-bondong ke tempat-tempat pusat kesehatan masyarakat, misalnya puskesmas, posyandu, dan rumah sakit.

”Warga yang belum divaksinasi bisa langsung datang di puskesmas, RS, maupun posyandu. Kami juga melayani vaksinasi pada akhir pekan di pusat kesehatan masyarakat (PKM),” katanya.

Sementara itu, data vaksinasi hari ketiga yang baru masuk ke dinkes provinsi berasal dari Kabupaten Serang dengan sebaran 8.154 dari total sasaran 526.270.

Sedangkan data dari empat kabupaten/kota hingga kini belum masuk.

”Kemungkinan besok (hari ini, Red) baru masuk. Teman-teman dinkes kabupaten/kota sedang rekap,” katanya.

”DKI sama Jabar mengirimkan laporan tiga hari lalu. Di Banten masih rekap. Jadi, wajar kalau dua provinsi itu lebih tinggi,” tambahnya.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Una itu mengatakan, hingga saat ini baru dua kabupaten/kota yang menyatakan KLB difteri, yakni Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.

Namun, berdasar laporan yang diterima, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah mengeluarkan SK KLB kendati SK tersebut baru dikeluarkan kepala dinas.

”Kota Tangsel sudah keluarkan SK KLB. Sedangkan Kota Serang masih menunggu tanda tangan wali kota,” katanya.

Untuk Kota Serang, Una berharap agar wali kota segera menandatangani SK KLB.

Langkah tersebut diperlukan karena jumlah pasien difteri dari Kota Serang di dua rumah sakit, yaitu RS Drajat Prawiranegara dan RSU Banten, membeludak.

”Kami berharap agar semua kepala daerah segera keluarkan SK. Kasihan, sudah banyak pasien. Kan akhirnya kita (provinsi, Red) mau melangkah jadi tersendat,” pungkasnya.

(fdr/c4/ami/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital