Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Duh, Jawaban Gubernur Disebut Mirip Surat Kaleng

PALU EKSPRES, PALU – Rapat paripurna yang mengagendakan jawaban gubernur terhadap pertanyaan anggota DPRD hasil reses berubah menjadi ajang kritikan pedas terhadap kinerja tim penyusun jawaban gubernur.

Biro Otonomi Daerah yang bertugas menyusun jawaban gubernur setebal 19 halaman ini, termasuk yang disasar oleh para politisi. Masalahnya, ungkap politisi PKB Sulteng, Aminullah ini ada banyak kontroversi dalam jawaban gubernur yang disampaikan Asisten I Faizal Mang tersebut. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan tentang masalah ketenagakerjaan tidak dijawab dengan gamblang.

Jawaban yang disampaikan tidak menjelaskan sebagaimana yang dimaksud oleh anggota dewan. Demikian halnya dengan pertanyaan asrama Sulteng hasil kunjungan kerja di Makassar dijawab dengan data yang diambil dari Riau.

”Ini tidak nyambung dan tidak relevan,” ketus Aminullah. Banyak pertanyaan Pansus kata dia yang tidak bisa dijawab Pemprov menandakan aparat pemerintah tidak bekerja serius dan asal asalan. Wakil Ketua DPRD Sulteng Muharram Nurdin juga menyalahkan kinerja aparat Pemprov yang dinilai tidak serius.

Ia bahkan secara spesifik menyoroti lembaran jawaban yang tidak distempel dan ditandatangi gubernur.

”Kalau begini mirip dengan surat kaleng. Tanda tangan tidak ada stempel juga tidak ada,” katanya. Hal-hal kecil semacam ini ungkap dia, mestinya bukan lagi urusan gubernur. Tapi harus menjadi perhatian bawahan khususnya pejabat yang diberi tanggungjawab soal ini. Karena itu, ia meminta hal-hal teknis seperti ini tidak perlu terulang di masa depan.

Sorotan lainnya dikemukakan oleh politisi PKS, Zainuddin Tambuala. Menurut dia, jawaban gubernur atas pertanyaan dewan yang terkesan asal jadi mengindikasikan profesionalitas aparat pemerintah yang masih payah. Senada dengan Muharram, Wakil Ketua DPRD Sulteng Alimuddin Paada, meminta aparat pemerintah bekerja dengan hati-hati.

”Saya kira ini bukan kesalahan gubernur, tapi lebih pada kinerja aparat di bawahnya yang kurang hati-hati,” kata dia. Agar masalah ini tidak menjadi isu liar, ia telah meminta Biro Otoda memperbaiki laporan gubernur tersebut. ”Sudah-sudah saya sudah minta Biro Otda perbaiki dan hasil perbaikannya dikirimkan lagi ke Dewan. Biro Otoda juga sudah menyanggupi,” ungkap Paada di depan wartawan.

(kia/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital