Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Disperindag Parimo Belum Punya Tenaga Ahli dan Alat Tera

PALU EKSPRES, PARIGI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parigi Moutong, hingga saat ini belum memiliki tenaga ahli dan peralatan tera untuk memastikan kebenaran alat ukur, takar, timbang dan peralatan (UTTP) yang digunakan pedagang.

Kepala Bidang Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Disperindag Kabupaten Parigi Moutong, I Gede W Sudarta kepada Palu Ekspres, Kamis (24/5), mengatakan, di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), hanya Kota Palu saja yang memiliki tenaga ahli dan peralatan tera. Sehingga, jika Kabupaten Parigi Moutong melaksanakan tera, harus bekerja sama dengan pihak Pemerintah Kota Palu.

Sebelumnya kata dia, kewenangan untuk melakukan tera ulang ada di Provinsi. Namun setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, maka kewenangan peneraan berada di Kabupaten. Sementara di Kabupaten khususnya Parigi Moutong belum memiliki tenaga ahli dan peralatan tera.

Dia mengakui, dengan adanya keterbatasan tenaga dan pelaratan tera, pihaknya mengalami kendala dalam peningkatan pengawasan terhadap alat ukur takaran yang digunakan para pedagang di Pasar Sentral Parigi dan Pasar lainnya di Parigi Moutong.

Lanjut dia, untuk tahun 2018 ini, Kabupaten Parigi Moutong hanya melakukan peneraan di empat Kecamatan saja karena keterbatasan anggaran untuk membiayai para tenaga ahli dan menyewa alat tera.”Iya tenaga ahli dari Palu itu penginapannya disiapkan, makanya ditanggung uang jalannya dan alatnya juga harus kami sewa tapi, retribusinya ke kami,”ujarnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya telah mengupayakan agar Parigi Moutong segera memiliki tenaga ahli dan peralatan tera. Dan pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika untuk meminta pelaratan tera tersebut.

“Sebenarnya mereka sudah mengiyakan, hanya saja Parigi Moutong belum memiliki tenaga ahli untuk mengoperasikan peralatan tersebut. Makanya dalam waktu dekat, kami akan berusaha untuk mencari tenaga ahli untuk mengoperasikan peralatan tera yang nantinya akan dibantu jika tenaganya sudah ada, namun sebelumnya mereka harus mengikuti pelatihan tera selama lima bulan,” ungkapnya.

(asw/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital