Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Tiga Terpidana Korupsi Jadi Caleg

pengurus KONI online

PALU EKSPRES, PARIGI– Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) tahun 2019 masuk pada tahapan tanggapan masyarakat atas Daftar Calon Sementara (DCS) yang telah diumumkan oleh KPU Parimo, belum lama ini.

Salah satu tanggapan masyarat paling banyak disoal yakni, terkait pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parimo yang diketahui juga ikut mencalonkan diri pada Pileg 2019 di DPRD Kabupaten Parimo.

“Secara resmi memang tanggapan masyarakat belum ada ke KPU. Namun, yang menyampaikan via telpon untuk memberikan informasi ke kami dari masyarakat ada beberapa. Terutama ada salah satu Caleg yang diusulkan salah satu parpol adalah pengurus KONI,” ungkap Haris, Devisi Teknis KPU Parimo, yang ditemui di kantornya, Rabu (29/8/2018).

Ketika ditanya, siapa dan dari parpol mana kandidat yang diinformasikan sebagai pengurus KONI tersebut, Haris enggan membeberkannya secara pasti. Dengan alasan, pihaknya belum mengetahui persis, namun dipastikan informasi itu masuk.

Menurut Haris, pihaknya akan kembali melihat sejumlah data calon legislatif yang ada, untuk ditindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi. Jika memang berdasarkan aturan KPU dilarang dan yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, maka nantinya akan dicoret serta tidak akan ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) nantinya.
“Hanya saja, berdasarkan pengetahuan kita pengurus KONI tidak masuk dalam aturan yang dilarang karena dikecualikan,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya tetap melakukan klarifikasi berkaitan dengan persoalan itu sebab merupakan tanggapan. Apalagi masyarakat terkesan keberatan karena anggapan mereka jabatan kepala desa saja harus mundur dari jabatan, sementara pengurus KONI tidak. Padahal dalam aturan KPU, untuk pengurus KONI dikecualikan berdasarkan PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan.
“Berdasarkan Edaran KPU RI juga ada, yang secara spesifik disebut itulah yang harus mundur. Di situ TNI, POLRI, pegawai BUMN, kepala desa dan BPD, itulah yang harus mundur,” jelas Haris.
Kemudian kata dia, dari 500 lebih bakal calon legislatif tersebut, tiga orang kandidat yang diinformasikan pernah terpidana kasus korupsi. Olehnya, pihaknya akan melakukan klarifikasi ke pengadilan yang pernah bersangkutan divonis.
Apabila nantinya yang bersangkutan memang benar pernah didakwa korupsi, akan dicoret dan tidak akan masuk dalam DCT. Tanggapan lainnya, pejabat yang masih aktif seperti kepala desa, BPD, serta PNS. Namun, untuk pengunduran dirinya ditunggu hingga tanggal 19 September dimasukan ke KPU, jika tidak, akan dicoret.
“Terdakwa korupsi, tindakan seksual terhadap anak dan narkoba jelas tidak dapat ditetapkan, kalau memang benar akan kami coret. Untuk sementara berdasarkan aturan yang diindikasi terdakwa kasus korupsi ada tiga orang,” ungkapnya.

(asw/palu ekspres).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital