Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Batas Wilayah Bukan Pemisah Tapi Pemersatu

00-HAEL online

PALU EKSPRES, POSO – Persoalan tapal batas masih menjadi salah satu sumber sengketa antarwarga, di dua wilayah berbeda. Fenomena keributan yang dipicu tapal batas kerap terjadi baik antardesa, antarkecamatan bahkan kabupaten dan provinsi. Menurut Gubernur Longki Djanggola, persoalan batas wilayah sebenarnya bukan untuk memisahkan. Melainkan sebagai pemersatu di antara warga yang bertetangga. ”Yang terpenting, batas wilayah tersebut bukan dijadikan jurang pemisah,” kata Longki ketika meresmikan pintu gerbang perbatasan Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi pada Rabu 5 September 2018.
Batas wilayah menurut dia, untuk memperkuat kebersamaan agar hidup rukun dan harmonis. Serta saling gotong-royong, saling menjaga keamanan dan ketertiban.
Dikatakannya, makna dari batas wilayah adalah usaha penataan suatu wilayah. Selanjutnya penataan tersebut dijadikan pertimbangan dalam pembangunan. Baik pembangunan fisik dan pembangunan non fisik.
Peresmian pintu gerbang perbatasan, berdasarkan terbitnya Permendagri Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Batas Daerah Kabupaten Poso Dengan Kabupaten Sigi. Karena itu lanjut Gubernur, hakikatnya penataan batas daerah bukan berarti pengkaplingan atau pengotakkotakan wilayah. Tetapi di arahkan untuk menata wilayah kerja administratif pemerintahan.
Usai penandatanganan prasasti di gerbang perbatasan, Sekretaris daerah provinsi Drs. H Mohamad Hidayat Lamakarate, menandatangani prasasti pembangunan Poliklinik Desa Dongi-Dongi dan Sekolah Dasar Negeri Sedoa, Lore Utara. Gubernur mengapresiasi rampungnya pembangunan 2 sarana fisik tersebut. Karena hal tersebut masyarakat daerah setempat dapat menikmati pembangunan yang sama baiknya dengan masyarakat di tempat lain. Meski jaraknya yang tak kurang dari 80 Kilometer dari ibukota provinsi.
Prosesi peresmian dihadiri pula oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
(HSN/HUMASPROV)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital