PALU EKSPRES, PARIGI – Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu mengecek satu persatu kesiapan pelaksanaan Kemah Budaya Nasional (KBN) IX yang dipusatkan di dusun Kayu Bura desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah, Ahad (16/9/2018).
Event nasional bertema “Pelangi Budaya NKRI di Kayu Bura” itu rencananya akan dibuka secara resmi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senin (17/9/2018) dan akan berlangsung hingga tanggal 22 September mendatang.
Sebelum meninjau ke lapangan, Bupati didampingi Sekda Parigi Moutong H Ardi SPd MM mengumpulkan seluruh kepala OPD di Guest House Kayu Bura dan mengecek apa saja kekurangan yang harus dibenahi terkait pelaksanaan KBN di Kabupaten Parigi Moutong, mulai dari ketersediaan air bersih, keamanan peserta, penerangan lampu di lokasi perkemahan hingga pelayanan petugas kesehatan jika sewaktu waktu ada peserta yang sakit.
Bupati meminta seluruh kepala OPD yang telah diberikan tugas dan tanggungjawab mengurus masing-masing kontingen dari 34 Provinsi yang ikut dalam kegiatan itu untuk memberikan pelayanan terbaik. “Kita sudah sudah teruji karena pernah menjadi tuan rumah beberapa kegiatan nasional di daerah ini seperti Sail Tomini 2015. Jadi saya minta berikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen,”tegas Samsurizal
Samsurizal yang kembali akan dilantik Bupati untuk periode kedua 10 Oktober mendatang ini juga meminta seluruh kepala OPD mengawasi setiap kontingen yang menjadi tanggungjawabnya. “Saya minta Kepala OPD setiap hari harus mengawasi kontingen yang menjadi tanggungjawabnya. Cari tahu apa yang menjadi keluhan peserta. Nanti gantian dengan Sekretaris setiap hari ke lokasi kemah,”pintanya
Tidak hanya itu, ketersediaan air bersih juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. “Jangan sampai karena kita lalai, air yang digunakan oleh peserta menyebabkan badan mereka gatal. Saya minta OPD yang menangani soal air harus memperhatikan dengan baik hal ini,”tandasnya
“Termasuk soal keamanan selama kegiatan berlangsung, tolong Pol PP dikoordinir dengan baik anggotanya. Kita berikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh kontingan selama kegiatan berlangsung,”tambahnya
Selama KBN berlangsung peserta diminta menghindari wilayah pantai Kayu Bura karena sangat beresiko bagi keselamatan mengingat lautnya yang dalam. “Mengantisipasi hal ini ada tiga unsur yang terlibat mengamankan wilayah pantai, yaitu Pol Air, Pol PP dan Satgas Pramuka,”kata salah satu Panitia KBN, Zulfinachri SSTP.
Usai menggelar pertemuan, Bupati bersama seluruh kepala OPD meninjau satu persatu kesiapan di lokasi perkemahan. Salah satunya tempat penampungan air bersih dan kamar mandi peserta yang berada di sisi utara pelataran tempat kegiatan. Bupati juga sempat menyemangati ratusan penari yang akan terlibat dalam opening ceremony Kemah Budaya Nasional (KBN), Senin (17/9/2018).
KBN IX di Kabupaten Parigi Moutong diikuti sebanyak 34 Provinsi di Indonesia ditambah sejumlah organisasi pramuka di Provinsi Sulawesi Tengah dan pengurus pramuka dari 23 Kecamatan di Kabupaten Parigi Mouting. Diperkirakan ada sekitar 3000 anggota Pramuka se Indonesia hadir pada acara Kemah Budaya Nasional yang saban tahun di gelar di setiap Provinsi secara bergantian. Parigi Moutong sendiri merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang dipilih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional itu.
(jefrin/humas)






