Sabtu, 19 September 2026

Dorong Mahasiswa Jadi Enterpreneur Muda

Coordinator Project of One Asia Foundation-FKIP Untad, Dr H Lukman Nadjamuddin MHum menyerahkan plakat penghargaan kepada Deputi Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan RI  Prof Dr H Dadang Wildan Mhum usai membawakan materi terkait Asian Economic Community, di lantai II, gedung Media Center Untad, Jumat 14 Oktober 2016. (HUMAS UNTAD)

PALU,PE- General Lecture Series yang bertemakan Asian Development Community yang diselenggarakan lembaga One Asia Foundation bekerjasama dengan Universitas Tadulako (Untad) masih berlanjut di Untad.Dalam kuliah lanjutan Jumat 14 Oktober 2016 menghadirkan Deputi Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan RI  Prof Dr H Dadang Wildan Mhum.  Materi yang dibahas dalam kegiatan yang dihelat lantai II Media Center itu adalah Asian Economic Community. Dadang menjelaskan panjang lebar soal untung ruginya kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) bagi bangsa Indonesia.

Ada tiga aspek besar kata Dadang  yang harus diperhatikan ketika masuk ke dalam MEA.  Yakni, Hankam, Sosial Budaya dan Ekonomi.
Dadang pun menjelaskan positif-negatif  dari kebijaakan MEA ini tak bisa dihindari. Semua tergantung kesiapan SDM suatu bangsa.Bila SDM kita siap, otomatis, kita akan menjadi bangsa yang akan bernilai tinggi. Dalam hal ketersediaan tenaga kerja di pasar Asean bahkan Asia pada umumnya.

Namun, bila SDM kita rendah,  secara otomatis pula kita bahkan bisa menjadi penonton dalam negeri sendiri.  ”Intinya  kita harus siap berkompetisi, bertarung sehat dengan negara lain. Kalau SDM tenaga kerja kita bagus, kita akan dilirik negara-negara luar. Namun, bila tidak, mungkin malah pekerja dari negara luar yang justru akan menguasai industri dan lapangan kerja di dalam negeri kita,” tandasnya.
Karena itu, sebagai generasi muda bangsa, Dadang  memotivasi para mahasiswa itu agar tidak pesimistis dalam menghadapi persaingan di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Dadang berpesan agar mahasiswa mulai  mentransformasikan ilmunya ke bidang-bidang usaha. Dia mengingatkan mahasiswa agar tidak  terpaku pada satu kesempatan karir saja. Di zaman yang semakin canggih dengan dukungan kemajuan teknologi yang semakin canggih pula, Dadang berharap mahasiswa Untad bisa memanfaatkan kemajuan yang ada ini untuk mengembangkan diri dan ilmu agar bisa bersaing di pasar kerja termasuk di pasar MEA.

‘’Jangan melulu hanya mau jadi guru saja karena kuliah di FKIP. Kalau bisa tak harus jadi guru, jadi pengusaha muda –lah.  Atau kalau jadi guru juga pengusaha itu malah lebih bagus,’’ tandas Dadang sambil melirik Coordinator Project of One Asia Foundation-FKIP Untad, Dr H Lukman Nadjamuddin Mhum yang duduk di samping mendampinginya.Karenanya, Dadang pun mendorong  Untad agar segera menjalin kemitraan dengan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)  pusat  agar memberi motivasi dan pencerahan jadi wirausaha.

“Baru-baru ini ada Jambore pengusaha muda di Bandung. Ribuan pengusaha muda malah dari mahasiswa tingkat  satu dan dua.  Untad bisa langsung kirim surat ke ketua HIPMI minta pelatihan. Itu akan sangat baik. Banyak sekali calon pengusaha muda yang bisa diajak berbagi ilmu nantinya,” ujar Dadang.

One Asia Foundation adalah program yang bertujuan membangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di kawasan Asia.
Kerjasama  dalam bentuk pelaksanaan kuliah umum merupakan salah satu bentuk kepedulian One Asia Foundation untuk membangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di kawasan Asia.

Penyiapan SDM di kawasan Asia amat penting dilakukan. Mengingat era keterbukaan yang memudahkan segala bentuk konektivitas antarmanusia berlangsung begitu cepat.Dengan SDM yang andal masyarakat Asia tidak ketinggalan dalam hal kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). SDM yang ada harus terus dilatih agar dapat bersaing dengan SDM dari berbagai negara.

Sebanyak 181 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mengikuti kegiatan General Lecture Series bertema Asian Development Community. Kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga One Asia Foundation dan bekerjasama dengan Untad itu diselenggarakan di Gedung IT Center Untad pada Jumat (23/9) yang juga merupakan pembukaan dari seluruh rangkaian kegiatan.

Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS, dalam sambutannya menyambut baik kerjasama dari One Asia Foundation itu. Kerjasama berupa pelaksanaan kuliah umum itu, ujar Prof Basir Cyio, merupakan salah satu bentuk kepedulian One Asia Foundation untuk membangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di kawasan Asia.

“Penyiapan SDM ini amat penting dilakukan. Hal ini karena mengingat saat ini merupakan era keterbukaan yang memudahkan segala bentuk konektivitas antarmanusia berlangsung begitu cepat, tidak peduli dalam jangkauan jarak jauh sekalipun,” kata Rektor.Untuk itu, agar masyarakat Asia tidak ketinggalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini, SDM yang ada harus terus dilatih agar dapat bersaing dengan SDM dari berbagai negara.

Sementara itu, Coordinator Project of One Asia Foundation-FKIP Untad, Dr H Lukman Nadjamuddin MHum, menjelaskan bahwa One Asia Foundation merupakan lembaga nonpemerintah yang memiliki visi membangun komunitas masyarakat Asia untuk menciptakan perdamaian dan keamanan global.

Saat ini, kata Dekan FKIP itu sekitar 30 negara dan 250 perguruan tinggi yang telah menjalin kemitraan dengan One Asia Foundation.
Khusus untuk Indonesia, terdapat enam perguruan tinggi mitra.  Yakni Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Makassar, Universitas Padjajaran, dan Universitas Tadulako. Kemitraan yang dibangun antara One Asia Foundation dengan Untad berupa rangkaian seri kuliah umum dengan tema Asian Development Community.

Rangkaian seri kuliah umum ini akan menghadirkan pembicara ahli, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.Untuk Untad,  jadwal kuliah umum terkait one  Asia foundation ini digelar sebanyak 15 kali. Seri perdana rangkaian program kerjasama ini telah diisi oleh pakar Komunikasi Politik  dari Fakultas IPS UPI, Prof Dr H Karim Suryadi Msi pada September lalu. Karim Suryadi adalah Dekan Fakultas IPS UPI Bandung.

“Sementara dipastikan sesi terakhir nanti akan menghadirkan, Presiden One Asia Foundation, Mr Sato Yoji. Sato Yoji selain memberikan kuliah umum juga memberikan beasiswa bagi 20 peserta terbaik,” ujar Coordinator Project of One Asia Foundation-FKIP Untad. (mrs)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam