PALU EKSPRES, PARIGI– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan senilai Rp 44 Miliar.
Rinciannya, anggaran fisik senilai Rp 35 Miliar dan non fisik Rp 9 Miliar yang melekat pada bidang SMP dan SD.
“Tahun ini untuk DAK mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” kata Kapala Disdikbud Parimo, Adrudin Nur, kepada media ini di kantornya, Rabu, 21 Agustus 2019.
Menurut dia, dari total anggaran Rp 44 Miliar, bidang SMP mendapat kucuran Rp 19 Miliar, sedangkan SD Rp 25 Miliar.
“Itu untuk pembangunan fisik dan non fisik. Jadi, tidak seluruhnya dana itu untuk fisik,” katanya.
Dijelaskannya, anggaran untuk SMP dari total yang telah disepakati Rp 4 miliar, diperuntukan bagi kebutuhan kelengkapan sekolah seperti, pembelian buku dan lainnya. Kemudian selebihnya itu untuk fisik. Sementara untuk SD dialokasikan Rp 5 Miliar untuk nonfisik.
Lanjut dia mengatakan, rencananya pembangunan yang menggunakan DAK tahun 2019 ini akan dilaksanakan pada bulan September 2019.
Menurutnya, saat ini Disdikbud telah melakukan sosialisasi kepada sekolah calon penerima bantuan tersebut. Penerima DAK adalah, sekolah yang telah sesuai dengan laporan yang dimasukkan ke dalam aplikasi Data Pokok Kependidikan (Dapodik), yang sesuai dengan kondisi bangunan dan lainnya.
“Saat ini bantuan baik fisik dan nonfisik mengacu pada Dapodik, apabila datanya tidak dimasukkan ke dalamnya, maka dipastikan sekolah itu nantinya tidak akan mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Sejauh ini katanya, pekerjaan yang menggunakan DAK tahun 2018 di beberapa sekolah sesuai hasil laporan dari bidang tehnis, tidak ada pekerjaan ruang kelas maupun laboratorium mengalami keterlambatan. Pihaknya pun menurut Ardi, telah melaporkan hasil pekerjaan tersebut ke Kemendikbud.
“Pekerjaannya tidak ada yang melewati waktu atau menyebrang tahun, karena tim pemeriksa sudah melakukan peninjauan di sejumlah sekolah,” terangnya.(asw/palu ekspres)






