Rabu, 12 Agustus 2026

Bakalesang Lapa Mongsung, Perawatan Pascapersalinan Suku Banggai dengan Tanaman Obat

“TAK mudah meyakinkan masyarakat di kampung, bahwa tanaman obat yang ada di sekitar kita dan di hutan desa memiliki khasiat yang tak kalah dengan obat kimia,” Erni Aladjai, penulis Buku “Ramuan Nenek” bertutur kesulitannya meyakinkan penduduk nun di Kepulauan Banggai Laut, Sulawesi Tengah, tentang ramuan tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat.

Warga kampungnya, sebagian besar lebih percaya dengan produk-produk  yang mereka saksikan di televisi, meskipun tak semua sesuai dengan kebutuhan mereka.

Laporan : Andi Anita Anggriany Amier, Makassar 

Pemimpin Redaksi

Erni Aladjai,  perempuan kelahiran Desa Lipulalongo, Kecamatan Labobo, Kabupaten Banggai Laut itu menuturkan, tujuannya meneliti tanaman obat dalam perawatan pasca persalinan di desanya untuk mengarsipkan agar tak hilang dari ingatan banyak orang, sebab budaya Bakalesang Lapa Monsung—perawatan perempuan pasca persalinan dengan mengandalkan tanaman obat sudah jarang dipraktikkan di desanya.

“Tujuan saya mengarsipkan tata cara dan ramuan tanam obat dalam Buku Ramuan Nenek, karena saya merasa hal itu penting, dengan kondisi desa yang merupakan pulau terluar dan jauh dari akses kesehatan, memanfaatkan tanaman obat yang mudah didapat di lingkungan sekitar bisa jadi pilihan yang memudahkan jika dilihat secara ekonomi. Namun di dalam buku ‘Ramuan Nenek, Pengalaman Perawatan Tradisional Pasca Persalinan Suku Banggai’ ini saya tak sekadar mau membicarakan tanaman obat, melainkan ada  bentuk dukungan perempuan terhadap perempuan setelah persalinan, karena momen pasca persalinan sama kerasnya dengan persalinan itu sendiri, sehingga Ibu Pasca Persalinan membutuhkan dukungan dalam perawatan tubuhnya, inilah yang ada dalam budaya ‘Bakalesang Lapa Monsung’—perempuan merawat perempuan pasca persalinan,” tutur Erni, pada Diskusi Buku “Ramuan Nenek” di Halaman Kampung Buku, di Makassar,  Rabu, 12 Februari 2020.

Buku Ramuan Nenek telah terbit sejak 2018. Diterbitkan dalam bentuk buku digital dimana setiap orang dapat mengunduhnya gratis. Namun untuk itu, mereka harus terhubung dengan internet. Diakuinya hal ini yang agak menyulitkan warga khususnya di desa yang sulit akses internet, sebab tak semua rumah terkoneksi dengan internet.   

Sebagai orang Banggai, novelis yang karyanya telah mengantarnya terbang hingga ke San Fransisco, Amerika itu,  Erni merasa bertanggung jawab mendokumentasikan perawatan kebudayaan itu dalam merawat tubuh perempuan setelah melalui kerasnya masa persalinan, apalagi setela era 2000-an, praktik perawatan ini nyaris tak pernah lagi dilakukan dalam keluarga-keluarga Banggai, bahkan banyak yang tak mengenali lagi praktik ini.

Penelitian buku Ramuan Nenek tersebut didukung oleh Hibah Cipta Media Ekspresi—hibah yang khusus mendanai perempuan dalam berkarya. Di Banggai, Erni bersama empat timnya melakukan penelitian selama tiga bulan, dia juga membuat workshop rumahan tata cara memasak tanaman obat tersebut dengan ibunya, Mardia Abdul Karim.

Dalam buku itu, Erni juga menuliskan mantera-mantera yang digunakan orang tua pada saat mulai memetik daun, berapa jumlah helai daun yang perlu dipetik, hingga saat mengunakannya. Mantera ditulis menggunakan bahasa Banggai namun diterjemahkan ke dalam Bahasa.  

“Secara nilai, proses kelahiran adalah peristiwa alam yang saling terkait. Jadi tumbuhan tidak dipetik begitu saja, melainkan harus ada komunikasi yang setara antara tumbuh-tumbuhan dan manusia,” katanya.

Menurut Penerima Hibah Cipta Perdamaian dari Yayasan Kelola Jakarta ada banyak kebaikan yang diperoleh setelah melalui perawatan dengan menggunakan ramuan dari dedaunan, rimpang dan rempah yang ada di desa. Apakah dalam bentuk minuman atau spa alami dan pemijatan.

“Saya beryukur nenek saya mewariskan pengetahuan ini kepada ibu saya, lalu ibu saya kepada saya, sehingga pengetahuan tak terputus dalam generasi saya, dan saya secara pribadi meyakini tumbuh-tumbuhan jauh lebih baik dan minim efek samping,” ujar alumnus Sastra Prancis, Universitas Hasanuddin itu.

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia