PALU EKSPRES, PALU – Tiga Dosen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) menggelar bimbingan teknis pada petani bawang merah di Desa Soulover, Kabupaten Sigi, pertengahan Juli 2020. Bintek ini difokuskan pada teknologi pembuatan pupuk organik mikroorganisme lokal (MOL). Kegiatan Bintek ini bagian dari kegiatan LPPM Untad dengan sumber dana pengabdian fakultas.
Ketua Tim Dosen Hasriyanty mengatakan, kegiatan Bintek ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan fokus masyarakat petani di Desa Soulove, Kecamatan Sigi Biromaru. “Kegiatan ini dilaksaakan sebagai upaya untuk mengambil bagian dalam rangka memandirikan petani agar tidak bergantung pada pupuk kimia sintesis,” kata Hasriyanty.

Dijelaskan Hasriyanty, dengan pelatihan, bimbingan dan pendampingan diharapkan petani bisa membuat dan meramu sendiri pupuk untuk meningkatkan produksi tanaman. MOL atau Mikro Organisme Lokal merupakan larutan hasil fermentasi dengan bahan dasar dari berbagai sumber, yang bisa diperoleh di lingkungan sekitar.
Pupuk MOL ini, katanya, mengandung bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Dekomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati.
Asrul Hasanuddin, anggota Tim Pengabdian, mengatakan, berbagai macam pupuk MOL dengan fungsi yang berbeda terhadap tanaman bisa dibuat. Misalnya, MOL limbah rumah tangga yang bisa berguna meningkatkan kesuburan tanah, MOL dari limbah buah- buahan bisa dimanfaatkan untuk membantu pembentukan buah dan mol tunas bambu beguna untuk meningkatkan pertumbuhan.
Kegiatan pelatihan, bimbingan dan pendampingan dilaksanakan pada anggota Kelompok Tani Sinar Jaya yang berjumlah sekitar 20 orang dengan tetap menjalankan protokol Covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan.
Pengabdian pada masyarakat ini akan berlangsung selama empat bulan dengan sebagian besar pendampingan dilaksanakan secara online atau virtual. (**/palu ekspres)






