Sabtu, 8 Agustus 2026

Ternyata Jenis Racun yang Menewaskan Kim Jong Nam Biasa Digunakan untuk Ikan

JAKARTA, PE – Pihak berwenang Malaysia telah menyelesaikan otopsi terhadap Kim Jong Nam, saudara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang dibunuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Kim Jong Nam diyakini dibunuh menggunakan racun. Saat ini racun yang digunakan untuk membunuh pria 45 tahun telah diidentifikasi.

Dilansir Straits Times, Kamis (16/2) dalam laporan yang diperoleh dari mata-mata Kepala Intelejen Korea Selatan mengatakan agen perempuan yang dikirim oleh tetangga utara rahasia mereka menggunakan dosis yang mematikan.

Racun tersebut disemprotkan di wajahnya. Kemungkinannya, racun yang digunakan adalah jenis risin, yaitu zat kimia mematikan yang ditemukan dalam biji tanaman minyak jarak atau tetrodotoxin. Bahan racun ini merupakan bahan pembunuh ikan atau mamalia lainnya.

Racun ini bekerja lambat sementara tetrodotoxin dikenal untuk melumpuhkan dan membunuh korban cukup cepat. Pihak Polisi Diraja Malaysia OCPD Sepang, Aziz Ali menjelaskan hal itu saat meninggalkan kamar mayat  Rumah Sakit Kuala Lumpur pukul 19:50 waktu setempat, Rabu (15/2).

Dia menjelaskan hasil pemeriksaan Post-Mortem sudah selesai. Namun dia enggan menjelaskan lebih detail.

Sejak zaman Yunani Kuno hingga Uni Soviet, para mata-mata sering menggunakan racun ini sebagai senjata pembunuhan yang fatal. Diduga kuat kali ini racun tersebut juga digunakan oleh mata-mata Korea Utara. Bahan kimia ini relatif mudah didapatkan.

Berbagai Jenis Racun untuk Membunuh

Ada banyak jenis racun yang seringkali terungkap dalam beberapa kasus. Risin memang bahan alami yang menggunakan yang terkandung dalam minyak jarak dan berasal dari bibit tanaman. Sedangkan thallium yang terkandung dalam racun tikus dan memiliki sifat membunuh.

Racun arsenik juga menyebabkan kematian, namun lebih lambat dan sengsara. Strychnine adalah zat alkaloid yang digunakan sebagai pestisida dan menginduksi tubuh menjadi kejang karena menyerang sistem pernapasan korban.

“Tapi sianida adalah pembunuh tercepat dan termudah, hal ini menyerang di seluruh tubuh, tandanya adalah darah korban berwarna merah terang,” kata Ahli Forensik Departemen Kehakiman Thailand Porntip Rojanasunan ahli forensik dan penasihat Departemen Kehakiman Thailand.

Bahan kimia lainnya seperti kalium dapat menyebabkan denyut jantung yang cepat dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Sejarah Racun dan Politik Perang Dingin

Penggunaan racun sering menjadi cara licik oleh rival politik berbahaya, balas dendam dan pembunuhan berdarah dingin. Kisah racun juga terdapat dalam sejarah Shakespeare dan cerita dongeng putri salju.

Racun juga sempat digunakan di era-Soviet. Pada tahun 1978 Bulgaria pembangkang Georgy Markov meninggal setelah diberi risin dosis tinggi. Pembunuhnya tidak pernah tertangkap.

Moskow dituduh melakukan pembunuhan di tanah Inggris pada tahun 2006 ketika teh  beracun disajikan kepada mantan mata-mata Rusia Alexander Litvinenko. Di Asia, anggota kultus Jepang menjatuhkan tas plastik sarin cair, di kereta bawah tanahTokyo pada tahun 1995, yang menewaskan lebih dari belasan orang.

Sembilan tahun kemudian aktivis HAM Indonesia Munir Said Thalib tewas setelah diracun dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam. Jika kepala mata-mata Seoul benar, maka Korea Utara kini tampaknya telah menambahkan bab baru dalam penggunaan racun sebagai perang dingin.

(cr1/JPG/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital