Minggu, 9 Agustus 2026

Dari Singapura ke Australia, Pesawat PM Israel Hindari Udara Indonesia

Benjamin Netanyahu

JAKARTA, PE – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu terpaksa harus menempuh waktu lebih lama dalam penerbangannya dari Singapura menuju Sydney, Australia. Pasalnya, pesawat yang membawa Netanyahu dilarang melintasi wilayah udara Indonesia, Rabu (22/2).

Mestinya Netnyahu terbang selama 8,5 jam saja dari Singapura menuju Sydney. Namun, pesawat El Al yang mengangkutnya harus terbang 2,5 jam lebih lama karena tak melintasi wilayah Indonesia.

Akibatnya, El Al yang membawa Netanyahu harus memutar. Praktis, veteran Perang Yom Kippur pada 1973 itu harus terbang selama 11 jam dari Singapura menuju Sydney.

Netanyahu tiba di Sydney kemarin untuk kunjungan selama empat hari. Kunjungan itu mencatatkan namanya sebagai PM Israel pertama yang berkunjung ke Australia.

Juru bicara Netanyahu yang ditanya soal itu pun mengakui tentang penerbangan yang tidak mengambil rute biasanya. Namun, dia tak membeber alasannya.

El Al merupakan maskapai flag carrier Israel. Selama ini, maskapai penerbangan yang bermarkas di Tel Aviv itu memang tak melintasi wilayah udara negara-negara muslim.

Sebenarnya, Israel juga tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang wilayah udaranya tak dilintasi El Al. Hanya saja, Indonesia dan Israel memang tak punya hubungan diplomatik.

Selain itu, Indonesia dikenal sebagai negara yang getol mendukung kemerdekaan Palestina. Indonesia bahkan menjadi sponsor bagi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengutuk pembangunan permukiman oleh Israel di Tepi Barat dan Jerussalem.

Meski demikian, ada hubungan pariwisata ataupun perdagangan antara Indonesia dengan Israel. Untuk menormalkan hubungan kedua negara, Netanyahi pada Maret 2016 berbicara kepada jurnalis Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu menegaskan bahwa Israel menghormati Indonesia sebagai sekutu dalam menghadapi terorisme dan mengharapkan hubungan diplomatik yang formal dan mapan. Hanya saja, pemerintah Indonesia menanggapinya biasa saja. Sebab, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo tetap menginginkan kemerdekaan Palestina.

(independent/ara/jpnn/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital