Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Dikejar Keluarga Pasien Covid-19, Nakes RS Mokoyurli Buol Mogok Kerja

Keluarga almarhum pasien Covid-19 mengamuk di Rumah Sakit Mokyurli Buol, Rabu malam (18/8/2021). Foto: Tangkapan layar

PALU EKSPRES, BUOL– Tenaga medis (Nakes) di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Mokoyurli Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) akan melakukan mogok kerja menyusul insiden pemukulan yang dilakukan keluarga almarhum pasien COVID-19 terhadap Sudirman, penanggungjawab penanganan Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Berdasarkan keterangan Sudirman, tidak adanya jaminan keamanan terhadap Nakes petugas COVID-19 sehingga mogok kerja merupakan pilihan bagi mereka ketimbang membuat laporan polisi.

Insiden pemukulan tersebut terjadi pada Rabu (18/8/2021) sekitar pukul 18.30 WITA,  ketika keluarga akan mengambil paksa jenazah pasien yang dinyatakan meninggal setelah terkonfirmasi positif COVID-19.  Pihak keluarga almarhum kala itu melakukan pemukulan sebanyak 4 kali terhadap Sudirman.

Bupati Buol Amirudin Rauf dikonfirmasi hal itu mengatakan dirinya sudah berbicara dengan para Nakes yang bertugas di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Mokoyurli Buol agar kembali bekerja sebagaimana biasanya.

“Tadi juga saya sudah berbicara melalui video call dan mereka (Para Nakes) bersedia kembali bertugas,” kata Amirudin Rauf dihubungi melalui telepon, Kamis (19/8/2021).

Bupati Buol juga sudah menghubungi Direktur RS Mokoyurli untuk membangkitkan semangat para petugas yang lagi trauma akibat insiden pemukulan itu.

“Perawat- perawat kita lagi trauma karena masyarakat tadi anarkis, mengamuk di bangsa. Mengejar semua petugas-petugas kita. Sementara di rumah sakit itu sendiri sedang merawat lebih 20 orang pasien COVID-19,” kata dr Rudy, panggilan akrab Bupati Buol itu.

Sebelumnya, beredar video pihak keluarga salah satu  pasien COVID-19 yang meninggal di Rumah Sakit Mokoyurli Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengamuk dan mengambil paksa jenazah, Rabu (18/8).

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat keluarga pasien yang berjumlah ratusan orang, mengamuk dan merusak fasilitas rumah sakit. Beberapa tenaga kesehatan yang sedang bertugas juga menjadi sasaran pelampiasan  kekesalan oleh pihak keluarga.

Selanjutnya, pihak keluarga membawa pulang jenazah menggunakan tempat tidur medis (Brankar) milik rumah sakit menuju rumah duka. (bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital