PALU EKSPRES, PARIMO– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Drs. Aminuddin mengatakan, meskipun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah diperbolehkan bagi daerah yang menerapkan PPKM level 3, namun pihaknya tetap memilih belajar dalam jaringan (Daring).
“Kami tetap masih memberlakukan pembelajaran daring untuk seluruh satuan pendidikan. Dikhawatirkan ada peningkatan kasus nantinya,” kata Aminuddin di Parigi, Minggu (22/8/2021).
Menurut Aminuddin, instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Presiden RI Joko Widodo terkait pelaksanaan PTM dapat dilaksanakan dengan berbagai ketentuan, telah disampaikan ke Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu.
Bupati kata dia, meminta pelaksanaan PTM tidak dilakukan di tengah pandemi yang berkepanjangan saat ini. Dikhawatirkan nantinya, peserta didik akan terpapar virus corona dan menciptakan klaster penyebaran baru.
“Petunjuk beliau, itu juga menjadi pertimbangan kami untuk tidak melaksanakan PTM,” katanya.
Selain itu, vaksinasi terhadap anak atau remaja usia 12 hingga17 tahun juga belum dilaksanakan karena keterbatasan vaksin. Bahkan, ribuan tenaga guru di satuan pendidikan pun belum menerima.
Mesipun kata dia, seluruh sarana dan prasarana di sekolah telah ditunjang dengan kesiapan pelaksanaan PTM dari tahun 2020 lalu.” Kami tidak mau ambil risiko karena situasi pandemi sewaktu-waktu berubah,” ujarnya.
Lanjut dia mengatakan, hingga saat ini seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat Paud, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh secara daring, dengan berbagai metode pembelajaran, serta modul-modul yang disiapkan oleh sekolah.
Olehnya, ia berharap orang tua tetap bersabar dan terus bekerjasama dengan guru di sekolah dalam proses pembelajaran di masa pandemi. Sebab, peran serta bersama akan berpengaruh pada peningkatan mutu pendidikan.
“Harus tetap menaati protokol kesehatan, agar pandemi ini cepat berlalu. Anak-anak pun akan kembali ke sekolah,” ucapnya.
Ia menambahkan, penundaan PTM yang dijadwalkan Disdikbud Parimo merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, PTM dijadwalkan pada bulan Juli 2021, saat tahun ajaran baru dimulai. Namun, ditunda hingga bulan Agustus 2021 berdasarkan instruksi Gubernur Sulteng.
“Tetapi ketika bulan Agustus ini tiba, PTM kembali tidak bisa dilaksanakan karena meningkatnya kasus positif COVID-19 di Parimo,” ujarnya. (asw/palu ekspres)
Disdikbud Parimo Tetap Memilih Pembelajaran Daring






