Jumat, 18 September 2026

Pengambilan Keputusan Dewan Juri FFWI Diprediksi Bakal Seru

JAKARTA, PE- Proses pengambilan keputusan dewan juri di Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI tahun ini diperkirakan bakal seru. Komposisi dewan juri usia muda (25 -40 tahun) berbanding dengan yang usia matang (41 – 50 tahun) tepat sama, yaitu masing-masing 36,3%.

Sedangkan yang berusia 51 – 60 tahun ada 24,5%. Adapun anggota dewan juri yang berusia di atas 61 tahun cuma 2,9%.

Dewan juri FFWI seluruhnya terdiri dari wartawan aktif. Mereka akan menilai tiga genre film, yakni genre drama, genre komedi dan genre horor, baik yang pernah ditayangkan di bioskop maupun di over the top (OTT) dari mulai September 2020 sampai September 2021.

Semua film yang ditayangkan pada periode tersebut langsung menjadi peserta FFWI tanpa harus melalui proses pendaftaran.

Komposisi generasi muda dan generasi matang yang berimbang akan menyebabkan munculnya diskusi panjang di kalangan dewan juri FFWI. Hal ini karena antara pandangan dewan juri muda usia dan dewan juri usia matang dapat berbeda. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan unggulan/nominasi dan pemenang FFWI tahun ini diprediksi bukan perkara mudah.

“FFWI menganut prinsip, semua film yang sudah ditayangkan, penilaiannya berada pada publik, dan wartawan film merupakan wakil dari mata publik,” kata ketua panitia FFWI, Wina Armada Sukardi dalam siaran pers yang diterima Palu Ekspres, Selasa, 31 Agustus 2021.

“Dari komposisi ini diharapkan lahir keputusan-keputusan yang menarik, dan bukan tak mungkin banyak kejutan,” kata ketua bidang penjurian FFWI, Yan Widjaya, Rabu, 31/8.

Dilihat dari usia, anggota dewan juri FFWI termuda berusia 25 tahun, yaitu Mitachul Arifin. Dia lahir di Kediri tahun 1996.

Sedangkan yang tertua berusia 64 tahun, yaitu Eddy Hariyadi yang lahir tahun 1957 di Bogor.

Untuk ketua dewan juri FFWI tahun ini dijabat oleh Shandy Gasella, generasi muda kelahiran tahun 1985 atau 36 tahu silam di Sukabumi. Dari segi gender, komposisi dewan juri FFWI terdiri dari 19,9% perempuan.

Sekretaris Dewan Juri juri juga diduduki oleh perempuan, yaitu Tertiani Bebby Simandjuntak dari harian The Jakarta Post.

Menurut Yan Widjaya, kehadiran anggota dewan juri perempuan diharapkan dapat ikut memberikan penilaian dari sudut pandang perempuan. Demikian pula keragaman tercemin pula dari asal media. Terdapat 35 media yang berbeda tempat anggota dewan juri bekerja.

Walaupun anggota dewan juri tidak mewakili media, melainkan berdasarkan sosoknya, namun asal media dewan juri pasti mempengaruhi sudut pandang dewan juri yang bersangkutan.

Hal itu mau tidak mau akan dapat menimbulkan diskusi yang sangat seru di kalangan mereka manakala akan menentukan unggulan dan pemenang.

Belum lagi dilihat dari kota asal, dewan juri, datang dari 10 kota yang berbeda: DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Bandung, Jogjakarta, Solo, Medan, dan Makassar.

“Dengan demikian hasil FFWI tidak berdasarkan Jakarta sentris,” tandas Yan Widjaya.

 Direncanakan  panitia  FFWI akan mengumumkan unggulan untuk ketiga genre film dan unsur-unsurnya pada tanggal 19 Oktober.

Sedangkan malam puncaknya akan dilaksanakan tepat pada tanggal 28 Oktober 2021.(**/pe)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam