Senin, 6 April 2026
Daerah  

Kali Ketiga dalam Tiga Bulan Terakhir, Banjir Kembali Melanda Kecamatan Tomini Parimo

BANJIR - Banjir di Kecamatan Tomini menerjang sedikitnya 50 rumah warga diwilayah itu, Minggu (13/9/2021). Foto : Istimewa.

PALUEKSPRES, PARIMO – Banjir kembali menerjang 5 desa di di Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akibat luapan air sungai, Minggu (12/9/2021).
Banjir kali ini diperkirakan merendam sedikitnya 50 rumah warga di enam desa di wilayah tersebut. “Lima dari enam desa yang terdampak banjir adalah, Desa Tingkulang, Desa Tomini Utara, Desa Ogotomubu Barat, Desa Ogotomubu, dan Desa Taniuge,” kata Kasi Trantib Kecamatan Tomini, Nuryadin, SE saat dihubungi, Minggu (12/9/2021).
Ia mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan dari 50 rumah diperkirakan terdampak, berapa yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat. Tetapi, beberapa wilayah itu merupakan sasaran banjir yang sering terjadi di saat curah hujan meningkat. 

“Berapa rusak ringan, sedang dan berat serta kerugian materialnya kami belum bisa pastikan. Aparat desa masih memberikan bantuan relokasi kepada warga korban bencana,” ungkapnya.
Menurut dia, beberapa hari belakangan wilayah Tomini memang diselimuti mendung. Dan, pada Minggu siang, curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah itu. Hal itu diperkirakan menjadi penyebab air sungai meluap hingga merendam permukiman warga sekitar sungai, dengan ketinggian mencapai satu meter.
“Kemungkinan juga akibat adanya aktifitas pembabatan hutan di atas gunung, sehingga terjadi banjir,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini korban bencana direlokasi ke rumah-rumah warga yang tidak terdampak, sebagai tempat pengungsian sementara. Olehnya, ia berharap, dinas terkait turun ke lokasi, untuk melihat kondisi yang terjadi pascabanjir, dan mencari solusi atas persistiwa itu. 

Sementara Camat Tomini Mukmin Muharam mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondiri yang dialami warganya. Sebab dalam kurung waktu tiga bulan terakhir banjir terus terjadi dan mengakibatkan banyak warga menderita.
Menurut Mukmin, mengenai hal ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengatasi luapan sungai. Namun, baru akan dialokasikan di anggaran pembangunan tanggul itu pada APBD Perubahan tahun ini.
“Ini tidak bisa menunggu, rakyat saya sudah menangis akibat banjir, sudah tiga kali terjadi dan tidak ada perhatian dari dinas terkait. Saya Camat ke delapan yang menjabat disana, tujuh Camat sebelumnya tidak ada juga solusi atas bencana itu,” ungkap Mukmin yang saat ini tidak berada di lokasi karena menjalani isolasi mandiri di rumah sakit di Kota Palu akibat terpapar Covid-19.
Kata dia, untuk mencari solusi, dirinya pun menghubungi beberapa anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dapil Parigi Moutong untuk meminta mereka datang melihat dan mencarikan solusi persoalan masyarakat di Kecamatan Tomini.
“Pak Erwin Burase sudah berjanji akan menghubungi anggota DPRD Dapil Parigi Moutong. Dia akan mengajak mereka ke Tomini, melihat kondisi masyarakat terdampak bencana di sana,” ujarnya. (asw/palu ekspres)