Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Butuh 20 Tahun Untuk Hasilkan SDM di Indonesia

Kepala Kesbangpol Palu, Ansyar Sutiadi dan Ketua Komisi A DPRD Palu Mutmainah Korona dalam seminar nasional di UIN Datokarama Palu, Senin 8 November 2021. Foto: Foto: Humas Pemkot Palu

PALUEKSPRES, PALU– Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan waktu tempuh pendidikan di Indonesia mencapai 20 tahun hingga jenjang strata 2.

Begitu kata Ansyar Sutiadi saat mewakili Wali Kota Palu membuka sekaligus menjadi narasumber dalam seminar nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, Senin 8 November 2021 di Aula Dakwah UIN Datokarama Palu.

Menurutnya, rentang waktu 20 tahun itulah sebenarnya juga waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Di mana satu tahun wajib PAUD, enam tahun di SD, tiga tahun SMA, empat tahun paling cepat kita menempuh pendidikan S1 ditambah lagi sekitar 3 tahun untuk S2, maka hampir 20 tahun menghasilkan Sumber Daya Manusia,” ujarnya.

Berbicara tentang pengembangan SDM, kata Ansyar berarti berbicara tentang pendidikan. Karena itu ia berharap mahasiswa yang sementara menuntut pendidikan di UIN Datokarama Palu agar betul-betul fokus.

Pendidikan, katanya adalah kunci dari pengembangan SDM. Karena pengembangan ekonomi berkaitan erat pelakunya adalah manusia.

“Mendorong pendidikan dan ekonomi tapi tidak berbasis kearifan lokal dan keagamaan, maka kita akan jadi seorang kapitalis. Kita akan menjadi orang yang tidak peduli dengan orang lain,” lanjutnya.

Ia mengatakan aktivitas di luar pendidikan formal seperti ekstrakurikuler juga sangat mendorong, namun jangan sampai membuat mahasiswa terlena hingga menunda penyelesaian studi yang seharusnya bisa ditempuh sekitar empat tahun, namun bisa lebih dari itu.

“Kalau kita terlena, orang tua kita yang sudah berharap menghadiri wisuda, tapi sudah lebih dari lima tahun kita belum juga wisuda-wisuda. Saya mohon jangan kita terlena,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Palu, Mutmainah Korona yang juga ikut menjadi narasumber dalam seminar tersebut
Seminar digelar dengan tema “Peran Pendidikan dalam Mensejahterakan untuk Mengatasi Persoalan Kesenjangan Ekonomi. (mdi/***/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital