Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Merampok Kampus Sendiri

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Oleh Muhd Nur SANGADJI

Tiba-tiba ada berita buruk menimpa kampus Tadulako. Berita itu disebar via WA warga Fakultas Pertanian. Ada dosen memposting, tiga mahasiswa angkatan 2017 mencuri anggur. Bahasa gaulnya, keciduk ambil anggur tanpa izin. Begini bunyi pesan lebih lanjut. Mungkin bisa ditangani komisi etik kemahasiswaan untuk beri treatment.

Pada saat bersamaan, beredar juga Video, sejumlah mahasiswi memetik anggur yang sama, sambil bergembira ria. Mencuri sambil berpesta, kata dosen yang satu. Dosen lain menulis, ini juga mahasiswa kita yang posting di media sosial, ambil anggur tanpa ijin. Ada dosen lain lagi menimpali. Uenak benar. Tinggal panen. Orang lain yang cape menanam. Tapi, ada juga dosen yang berpikir meringankan. “Ini masuk kategori nakal”. Maksudnya, bukan mencuri atau merampok. Karena, untuk apa dia mempostingnya di media sosial ? Entahlah.

Namun, apa pun motifnya, perbuatan ini tercela. Mengambil barang orang lain tanpa izin. Mahasiswa kita, kata para dosen ini, harus diajar bukan hanya pengetahuan tetapi juga etika. Perlu selalu kita ingatkan ke generasi penerus kita. Bahkan, beberapa kali juga hasil tanaman penelitian mahasiswa diambil buahnya dan data penelitian jadi error.

Atas kejadian ini, para dosen berbagi gagasan pencegahan dan sanksi. Ada yang usulkan, didenda 10 juta per mahasiswa. Ada juga yang tambahkan berita pencurian lainnya.
“Ember fasilitas tempat cuci tangan di sekitar laboratorium AGR dan AGB juga sudah dijarah”. Ini semua kata seorang dosen, pagar makan tanaman. Lalu, dosen-dosen ini makin bernafsu menawarkan hukuman.
Skorsing satu tahun.
Kalau tidak dihukum atau diberi efek jera, maka dipastikan akan berulang.
Iya, harus diajar Jera. Jangan dibiarkan. Inilah mahasiswa yang berperilaku tidak baik. Merusak kebun sendiri.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital