Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Sulteng Bakal Kerjasama Program Konservasi Lagi dengan Pihak Jerman

PALU, PE – Asisten Gubernur Sulteng Bidang Kesra, Bunga Elim Somba menyebutkan, Sulteng di kancah global memiliki posisi strategis. Terutama dalam upaya pelestarian lingkungan.

Hal itu ia kemukakan saat membuka Kick Off Meeting Inception Phase Forest Programme III Sulawesi kerjasama Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemerintah Federal Jerman di Hotel Santika Palu, Selasa (7/3).

“Sulteng dalam kancah perubahan lingkungan global mempunyai peran yang sangat penting,”kata Bunga Elim Somba.

Selain karena keberadaan hutan alamnya juga karena adanya keunggulan komparatif dengan ditetapkannya Taman Nasional Lore Lindu sebagai kawasan inti cagar biosfer pada tahun 1977 oleh Unesco.

Sulteng kata Elim Somba juga memiliki sumber daya yang melimpah. Yakni adanya sumber daya kelautan dan kemaritiman ditandai dengan keberadaan pulau-pulau kecil dan garis pantai terpanjang di Sulawesi.

Selain itu, sumber daya hutan dan mineral, relief makro daratan yang bergelombang memiliki heterogenitas masyarakat yang tinggi karena keterbukaan serta sejumlah cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, taman buru serta Tahura.

Namun demikian, kekayaan alam yang dimiliki belum cukup memadai untuk mengangkat tingkat ekonomi masyarakat secara signifikan. Karena masih didominasi oleh kegiatan ekonomi yang bersifat ekstraktif terhadap sumber daya alam.

“Dua hal penting yang patut selalu diingat pada setiap pelaksanaan proyek adalah, aspek keberlanjutan dan rasa memiliki yang biasa disebut dengan ownership. Hal tersebut dikarenakan konsep pembangunan lebih mengedepankan pada pendekatan sektoral dan kurang memperhatinkan peran dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Elim menilai kegiatan konservatif yang semata-mata berfokus pada taman nasional saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan kegiatan konservasi dan pembangunan sosial ekonomi di masyarakat sekitarnya.

“Saya telah mendengar, bahwa di kementerian LHK saat ini sedang dikembangkan suatu program pembangunan kehutanan dengan pola pendekatan integratif dan akan dilaksanakan di Sulawesi Tengah, yang diberi nama Forest Program III. Ini merupakan bentuk pembiayaan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Federal Jerman yang akan berlangsung dari 2017 sampai 2023,” sebutnya.

Forest Program III adalah suatu program yang berada di bawah Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Llingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Program ini berfokus pada konservasi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Lore Lindu dan rehabilitasi DAS Palu dan Hulu Lariang serta pemberdayaan masyarakat.

“Program ini dilaksanakan dari tahun 2017 sampai dengan 2023, dengan dukungan dana kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman,” jelas Direktur Permodalan dan Informasi Konservasi Alam Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir.Listya Kusumawardhani.

Sebeumnya, di Sulteng pihak Jerman pernah menjalankan program yang bekerjasama dengan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia, termasuk Universitas Tadulako.

Untad merupakan salah satu dari empat universitas yang ikut menjalin kerja sama perguruan tinggi Jerman-Indonesia dalam   program Stability of Rainforest Margins in Indonesia (STORMA).

Keempat lembaga yang tergabung dalam program penelitian ini adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Tadulako dan University of Gottingen dan University of Kassel dari Jerman.

STORMA merupakan kerja sama penelitian bidang stabilitas pinggiran hutan tropis yang didanai oleh Deutsche Forschungsgemeinschaft (DFG) atau masyarakat peduli lingkungan Jerman.

Sebagai lokasi penelitian, dipilih kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Palu, Sulawesi Tengah.

Tak sedikit para dosen, terutama dari Untad yang berhasil sekolah dari program ini. Mereka meraih gelar magister dan doktoral dengan melakukan penelitian dalam program yang berakhir pada 2010 ini.

(Humas/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital