Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Mahasiswa UIN Datokarama Sabet Gelar Terbaik 1 KFPI Sulteng

Para peraih Juara pada Lomba KFPI Kemenag Sulteng berfoto bersama./ Foto: Humas Kemenag Sulteng

PALUEKSPRES, PALU- Kreatifitas dan keberanian berekspresi siswa MAN 2 Palu patut diacungkan jempol. Tiga judul film yang dikutkan dalam Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Provinsi Sulteng seluruhnya memperoleh predikat juara. Dimulai dari Juara 3, 4 dan juara 5.

Sementara juara 1 dan 2 masing-masing direbut film karya mahasiswa UIN Datokarama dan siswa MAN 1 Parigi.

Dewan juri yang dipimpin Agustan T. Syam, menetapkan film berjudul “Dakwah in Silence” sebagai terbaik 1. Film pendek yang diperankan 3 mahasiswi ini menyisihkan 12 film lainnya. Selain tropy, sertifikat dan bonus uang tunai Rp 6 juta, mereka berhak mewakili Sulteng ke event KFPI tingkat nasional bersama film terbaik 2 dan 3.

Arjuna Saputra, Produser dan Director film Dakwah in Silence mengaku tidak menduga karya filmnya bakal tampil sebagai juara. Film berdurasi 7.59 detik tersebut bercerita tentang pengalaman “hijrah” 3 orang sahabat.
Mereka selalu kompak dan sepakat dalam berbagai hal, kecuali dalam pemahaman dan pengamalan agama.

Ara yang lebih dahulu “hijrah” berupaya mengajak sahabatnya Putri dan Rani mengikuti jejaknya. Meski sulit, namun Ara tak menyerah. Hingga kedua sahabatnya ikut berhijrah berkat metode dakwah bil khikmah wal mau’izah hasanah (nasihat, pengajaran, dan keteladanan) yang diterapkan Ara.

Ketua Panitia KFPI Sulteng, H. Sofyan Arsyad mengatakan, event KFPI merupakan agenda tahunan Ditjen Bimas Islam yang rutin dilaksanakan oleh Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag di seluruh Indonesia seperti dalam siaran pers yang diterima PaluEkspres Sabtu (11/6/2022).

KFPI Tingkat Sulteng 2022 berlangsung dua hari di ruang Multi Media MAN 2 Palu. Dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, H. Ulyas Taha Kamis (9/6) dan ditutup Jum’at (10/6) oleh Kabid Bimas Islam, H. Junaidin.

Proses penjurian KFPI dilakukan berjenjang.
Diawali penilaian mandiri (terpisah) oleh anggota dewan juri dan dilanjutkan rapat pleno penetapan 6 film terbaik. Kecuali juara 1, penetapan 5 pemenang berikutnya terbilang berjalan cukup alot.

Namun setelah 3 jam berdiskusi, juri memutuskan Juara 2 film berjudul “Gagal Paham” (MAN 1 Parigi), Juara 3 “Bersyukur” (MAN 2 Palu), Juara 4 “Ini Cara Dakwahku” (MAN 2 Palu), Juara 5 “Kebaikan yang Tulus” (MAN 2 Palu), dan Juara 6 “Beribadah dengan ilmu (Sholat)” diraih Zaid (alumni MA Alkhairaat Palu 2022).

Para juara memperoleh hadiah total bonus Rp 26 juta. Bonus tertinggi diperoleh juara 1 Rp 6 juta dan terendah diterima juara 6 sebesar Rp 3 juta.

Beragam komentar disampaikan para juri usai melakukan penilaian. Juri pusat, Abdullah Imam, Budayawan yang akrab disapa Abdullah Wong ini mengapresiasi antusiaisme dan keberanian berekspresi anak muda Sulteng dalam kontestasi KFPI.

“Karya-karya film mereka luar biasa. Ide cerita dan gagasan yang disampaikan sebagai upaya menyampaikan pesan Islam moderat dengan gaya milenial, patut diapresiasi karena cukup menginspirasi,” ujarnya.

Namun Wong mengamati, masih terlihat beberapa kelemahan dari sisi teknis, seperti alur cerita maupun sinematografi. Hal elementer ini menurutnya bisa teratasi jika sebelumnya diadakan workshop atau coaching clinik perfilman.

Dia berharap kreatifitas dan gairah berkarya yang telah tumbuh bagus itu, jangan sampai berakhir usai gelaran KFPI. Karena itu Wong mengusulkan agar pihak Kanwil dapat mengadakan arisan film atau tadarusan film yang dilaksanakan secara berkala. “Ini bisa menjadi wadah saling sharing pengetahuan dan teknik perfiliman diantara para sufii (suka film islami),” kata Abdullah Wong. (*/aaa/PaluEkspres)