Minggu, 9 Agustus 2026

Erdogan Tuding Belanda Nazi, Menlu Turki Kena Imbasnya

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

ROTTERDAM, PE – Hubungan diplomatik Turki dengan sejumlah negara Eropa memanas. Jerman, Austria, Swiss dan Belanda menolak kampanye referendum konstitusi Turki.

Sabtu (11/3) kemarin, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tidak bisa menginjakkan kakinya di Rotterdam, Belanda. Pesawat yang membawa Cavusoglu ke Negeri Kincir Angin harus berputar-putar di udara dan akhirnya kembali ke Turki. Izin mendarat pesawat tersebut ditolak karena ada Cavusoglu di dalamnya.

Orang kepercayaan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu sejatinya akan menghadiri kampanye referendum konstitusi yang digelar warga Turki di Rotterdam. Acara tersebut dilarang pemerintah Kota Rotterdam dengan alasan keamanan. Mereka menyarankan kegiatan tersebut dilakukan dalam skala kecil di gedung kedutaan. Tetapi, saran tersebut tidak digubris.

Pemerintah Belanda juga sudah menyatakan tidak akan memfasilitasi kedatangan Cavusoglu ke Rotterdam. Tetapi, dia tetap datang. Sebelum datang, Cavusoglu malah menebar ancaman akan memberikan sanksi kepada Belanda jika menolak kehadiran dirinya. Belanda terbukti tidak takut dengan ancaman itu. Kini giliran Turki yang berang.

’’Kalian bisa membatalkan penerbangan menteri luar negeri kami sebanyak yang kalian suka. Tetapi, lihat saja nanti bagaimana penerbangan kalian bisa mendarat di Turki atau tidak,’’ ujar Erdogan. ’’Mereka tidak tahu diplomasi atau politik. Mereka adalah sisa-sisa Nazi. Mereka fasis,’’ tambahnya.

Belanda bukan satu-satunya negara yang menolak kampanye referendum konstitusi Turki. Referendum tersebut penting bagi Erdogan untuk memperkuat cengkeraman kekuasaannya. Sepekan lalu Cavusoglu juga tidak diizinkan menghadiri kampanye serupa di Hamburg, Jerman. Kampanye di Austria dan Swiss juga dilarang diselenggarakan.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menegaskan, tudingan Nazi dan fasis dari Erdogan sudah keterlaluan. Sikap mereka justru membuat kemungkinan mencari jalan keluar untuk kampanye Turki di Belanda menjadi tertutup.

’’Saya mengerti mereka marah. Tetapi, ini sudah di luar batas,’’ tegasnya.

(reuters/sha/c4/any/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital