Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Wow, Dokter di Kabupaten Ini Bakal Terima Gaji Rp 60 Juta per Bulan

BERAU, PE – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masih memiliki masalah di bidang kesehatan. Salah satunya adalah kurangnya tenaga medis yang tersebar di tempat pelayanan kesehatan. Saat ini, Berau memiliki dua rumah sakit. Salah satunya berstatus pratama yang berada di Talisayan.

Selain itu, ada 21 puskesmas dan 107 puskemas pembantu (pustu) yang telah tersebar di 13 kecamatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Abdul Jabbar Kareem mengatakan, kurangnya tenaga medis juga terlihat dengan minimnya kepala puskesmas yang merupakan lulusan S1.

Dari 21 puskesmas, hanya ada satu kepala yang merupakan lulusan S1.

“Kalau melihat di peraturan menteri kesehatan (Permenkes), untuk puskesmas itu selayaknya harus ada dua dokter yang bekerja di sana yakni satu dokter umum dan satu dokter gigi. Kemudian ditambah perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat dan lain-lain,” katanya, Senin (13/3).

Dia menambahkan, kurangnya tenaga medis, khususnya dokter, merupakan hal yang lumrah dan telah lama terjadi di Berau.

Dirinya mencontohkan di Puskesmas Long Lai yang selama bertahun-tahun tidak memiliki dokter.

“Namun, alhamdulillah saat ini sudah ada yang mau bertugas di sana,” ucapnya.

Menurut Jaka, lokasi puskesmas dan fasilitas yang minim menjadi penyebab dokter enggan ditugaskan di daerah pedalaman.

Begitu juga dengan jaringan telekomunikasi.

“Mereka (dokter) juga perlu referensi ilmu. Adanya jaringan komunikasi tentunya akan menambah dan memperbarui ilmu yang mereka punya, karena bisa membuka internet maupun berkomunikasi dengan dokter lainnya,” terangnya.

Menurut dia, hal itu tak hanya terjadi di Berau. Tarakan juga mengalami hal yang sama. Bahkan, ada dokter yang menolak bertugas di Tarakan meski digaji Rp 50 juta sebulan.

“Makanya saat ini kami sedang mempertimbangkan untuk menaikkan gaji dokter hingga Rp 60 juta per bulan, supaya ada yang mau bertugas di RS pratama. Namun, tidak semuanya digaji sebesar itu, karena harus ada pertimbangan juga,” pungkasnya.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital