Rabu, 12 Agustus 2026

Bangun Budaya Bahwa Anak adalah Investasi

Bangun Budaya Bahwa Anak adalah Investasi
Bangun Budaya Bahwa Anak adalah Investasi. Dr. Hasanuddin Atjo, MP. Foto: istimewa

Soal Stunting di Indonesia

Oleh : Dr Hasanuddin Atjo, Dewan Pakar Ispikani

Bangun budaya bahwa anak adalah investasi. Presiden Jokowi menaruh perhatian besar terhadap penurunan angka stunting nasional maupun regional. Laporan BPS menunjukkan bahwa pravelensi stunting nasional tahun 2022 sebesar 21,6 persen, turun sebesar 2,8 persen dari tahun 2021. Dan angka prevalensi ini di bawah standar WHO sebesar 20 persen.

Angka ini berimplikasi bahwa pada 15 tahun akan datang ada sekira 21,6 persen angkatan kerja dari jumlah balita tahun 2022 sebanyak 30,70 juta jiwa yang diperkirakan tidak bisa bersaing dalam mengisi sejumlah pasar kerja dalam negeri, sehingga menjadi beban negara. Secara akumulatif angka tersebut sangat besar bila dikaitkan dengan usia produktif angkatan kerja 15 – 64 tahun.

Keseriusan Presiden Jokowi sangat beralasan, karena untuk menjadi Indonesia maju pada tahun 2045 dengan prediksi PDB pada saat itu sebesar $US 7 trilyun, naik 700 persen dan pendapatan per kapita menjadi $US 23.000 dari $US 4.000 perlu sumberdaya manusia yang handal dan berdaya saing.

Jika tidak dipersiapkan, maka sudah pasti pasar kerja Indonesia akan banyak diisi oleh tenaga kerja dari negara lain. Fenomena tersebut sejak lama sudah terlihat bahwa proyek maupun bisnis yang menuntut ketrampilan khusus dan tinggi serta kemampuan berpikir maju dominan menjadi kaplingan para tenaga kerja asing. Ini yang harus dijaga.

Sebaliknya Indonesia lebih banyak mengisi sejumlah pasar kerja yang tidak menuntut ketrampilan lebih seperti menjadi tenaga kerja level bawah di Arab Saudi, Malaysia dan Brunei yang kerap menimbulkan sejumlah masalah mulai proses pengrekrutan, pada saat bekerja hingga kembali pulang ke kampung halaman.

Menurut data Asean Development Bank, ADB bahwa di tahun 2020 angka pravelensi stunting negeri ini di level Asia Tenggara berada pada peringkat ke 10, yaitu sebesar 31,8 persen, satu level berada di atas Timor Leste 48,8 persen. Dan pada level dunia di peringkat ke 5. Ini merupakan realita yang harus menjadi peringatan dan kewajiban bersama memeranginya.

Vietnam dengan pendapatan per kapita masih dibawah Indonesia, baru merdeka tahun 1975 , angka pravelensi Stuntingnya pada tahun 2020 hanya sebesar 22,3 persen dan Thailand lebih rendah lagi sebesar 12,3 persen. Ini memberi gambaran bahwa pendapatan bukan menjadi faktor yang utama.

Menarik didiskusikan bagaimana korelasi antara tingginya stunting dengan kemampuan berpikir dan ketrampilan seseorang. Menurut sejumlah ahli bahwa stunting lebih berkorelasi dengan kualitas otak anak. Kecukupan akan asupan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan menjadi poin penting, selain menjaga kesehatan Ibu dan anak.

Otak anak berkualitas, sekitar 80 persen disusun oleh asam lemak yang berasal dari protein hewani, antara lain dari ikan, daging, susu dan telur. Program gemarikan dari KKP merupakan contoh sosialisasi dan kampanye makan ikan yang dinilai efektif dalam rangka edukasi dan intervensi berkait asupan gizi. Demikian pula halnya program lain seperti progran sejuta telur, serta menu tambahan lain bagi balita.

Program Kementrian tersebut pada beberapa tahun terakhir tidak lagi segencar dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, terutama dari sisi alokasi anggaran di pusat dan daerah serta keseriusan didalam mengimplementasikan program program tersebut dalam sejumlah kegiatan.

Sesungguhnya program bantuan dana desa yang besarannya 1 – 1,5 milyar/desa setiap tahunnya antara lain dapat dipakai untuk penurunan angka stunting, tinggal menambah menu program, bila belum tersedia. Terhadap pemanfaatan dana desa ini, harus dibuat role model yang sudah bebasis digitalisasi.

Desa desa dengan tingkat stunting ekstrim tinggi di setiap kabupaten dapat dijadikan role model yang akan terkoneksi secara digital dengan tim koordinasi penurunan angka stunting tingkat Kabupaten dan Provinsi serta Pusat .

Saat ini sudah ada aplikasi digital seperti aplikasi D – Desa yang bisa dimanfaatkan. Pemanfaatan sejumlah mahasiswa yang ber KKN menjadi agen perubahan didalam mengkompanyekan stunting dan cara menurunkannya tentu menjadi poin yang bisa membantu.

Berdasarkan data yang dirilis oleh ADB (2020j, tingkat IQ, Intelegent Question rata rata warga Ibdonesia sekitar 78,9 , berada di peringkat ke 10 di Asean dibawah beberapa negara lainnya seperti Kambodia yang mendekati angka 100 poin. Kondisi ini tentunya harus menjadi warning dan kepedulian seluruh stakeholders di Pusat dan Daerah

Pada saat menjadi konsultan FAO
untuk Kombodia tahun 2017-2018 mendapat informasi dari beberapa warga bahwa kehadiran seorang anak dalam keluarga dipandang sebagai investasi atau aset yang tidak ternilai. Dan ini telah menjadi budaya secara turun temurun dan terus dipertahankan dan dipupuk sebagai kebisaan yang benar.

Di Tanah Air ada beberapa suku yang juga memiliki budaya seperti suku suku di Kambodia. Kehadiran anak dipandang sebagai amanah dari sang Khalik dan harus dijaga, dipelihara agar kelak bisa manjadi anak soleh/solehah , bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Dan kebiasaan seperti inilah yang harus ditumbuhkembangkan.

Bantuan Sosial seperti BLT bagi warga pra sejahteta yang biasanya diterima di kantor pos merupakan upaya membatu masyarakat agar disisihkan untuk memenuhi asupan gizi bagi anak balita. Hanya saja pada sejumlah kasus dana BLT itu lebih sering dipergunakan membeli kebutuhan tidak prioritas seperti rokok dan pulsa. Ini kembali lagi kepada kurangnya pemahaman.

Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi dengan pravelensi stunting pada 2022 tergolong tinggi yaitu 28,20 persen, peringkat ke 8 dari 34 Provinsi. Pravelensi ini turun 1,5 persen dari angka pravelensi tahun 2021. Selanjutnya terhadap tahun 2020 juga hanya turun 1,5 persen.

Berdasarkan data bersumber dari tim percepatan penurunan angka stunting Sulawesi Tengah bahwa pada akhir tahun 2024 pravelensi stunting di Sulteng diproyeksikan turun menjadi 11 persen. Artinya diperlukan effort penurunan yang besar dari tahun 2022 sebesar 17,2 persen atau 8,6 persen/tahun.

Melihat kinerja penurunan stunting Sulawesi Tengah dalam dua tahun hanya turun 3 persen, maka target penurunan sebesar 17,20 persen pada akhir 2024 perlu dievaluasi dan ada baiknya direvisi maksimal turun sebesar 6 persen, sehingga pada akhir tahun 2024 pravelensi stunting menjadi 22 persen. Hal ini dinilai sebagai target yang wajar

Berdasarkan proyeksi RPJMD Prov Sulteng 2021 -2026 bahwa angka prvavelensi stunting di akhir tahun 2026 menjadi 11 persen. Angka ini juga dinilai masih membutuhkan effort sebesar 11 persen terhadap tahun 2024. Dan hal ini bisa saja terealisasi apabila skenario yang dususun adalah terukur dan tepat sasaran.

Evaluasi program dan kegiatan di sejumlah OPD menjadi penting. Demikian pula pengawasan dalam implementasi. Membangun role model di setiap kabupaten dengan lokus desa desa stunting ekstrim bisa menjadi pendekatan yang lebih konkrit dan terukur.

Pemanfaatan dana desa , terutama di setiap desa dengan status kritis stunting menjadi strategis, dan kemudian diintegrasikan dengan progran pada OPD di kabupaten dan Provinsi. Sebagai catatan bahwa dalam 7 tahun terakhir, alokasi dana desa di Sulawesi Tengah telah mencapai 10 triliun rupiah.

Terakhir peran Pokja penurunan angka stunting yang berada di tingkat Provinsi dan kabupaten /kota menjadi strategis, terutama dalam koordinasi dan mengawasi serta inplementasi penerapan role rmodel pada desa kritis stunting yang sudah berbasis digital. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia