Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Dugaan Penyimpangan Anggaran Porprov Rp1,9 Miliar Didalami Kejari Tolitoli

Dugaan Penyimpangan Anggaran Porprov Rp1,9 Miliar Didalami Kejari Tolitoli

Dugaan penyimpangan anggaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebesar Rp 1,9 miliar yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli, terus bergulir.  Terbukti, pada Jumat (24/2/2023), giliran Sekretaris KONI Tolitoli, Ashar Bantilan dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Tolitoli.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli Albertinus Napitupulu, SH, MH dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp (WA) mengatakan dugaan penyalahgunaan anggaran Porprov yang belum lama ini diadakan di Kabupaten Banggai terus didalami.  Penyidik masih mengumpulkan bukti- bukti, informasi apapun akan digunakan untuk pendalaman perkara ini.

“Kita dalami pak, kita lagi  kumpulkan bukti bukti terkait masalah itu, info apapun akan kita pakai untuk dilakukan pendalaman. Sabar pak,” jawab Kajari singkat.

Informasi yang dihimpun media ini, anggaran Porprov ini mencuat lantaran dana insentif dan bonus atlit diperkiran kurang lebih Rp 399 juta belum dibayarkan oleh pengurus KONI Tolitoli. Sementara anggaran yang digunakan pada Porprov di Kabupaten Banggai belum lama ini sebesar Rp1,9 miliar.

Bahkan pada saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPRD Tolitoli, salahsatu kendala pembayaran insentif dan bonus atlet yang tak kunjung terealisasi, menurut pengurus KONI karena ada ketambahan cabang olahraga (Cabor). Sesuai hasil rapat, hanya sekitar 12 Cabor yang diberangkatkan mengikuti Porprov, namun pengurus KONI menambah 11 Cabor menjadi 23 cabor.

Anggaran Porprov Rp1,9 miliar yang dikelola KONI Tolitoli terungkap, setelah 250 atlit, 69 oficial dan 69 pelatih dan asisten pelatih yang mengkuti ajang Porprov IX di Kabupaten Banggai, hingga saat ini belum dibayarkan insentif dan bonus atlet yang meraih medali yang besaran anggarannya kurang lebih Rp300 juta. Sementara anggaran yang cukup fantastis itu sudah dicairkan melalui Bagian Kesra Sekretariat Daerah. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital