Sigi, PaluEkspres.com – Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae mengungkap wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa bumi magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.
Rizal mengatakan saat ini dirinya masih berada di lapangan untuk memantau langsung kondisi masyarakat serta dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa.
“Saat ini saya berada di lapangan untuk mengecek langsung situasi pascagempa, dan sudah melaporkan kondisi yang ada kepada Pak Gubernur,” kata Rizal saat dihubungi, Selasa (16/6).
Menurut Rizal, laporan sementara yang diterima pemerintah daerah menunjukkan kerusakan cukup besar terjadi di wilayah Nokilalaki, Kamarora, dan Desa Lemban Tongoa yang berada di Kecamatan Palolo.
“Untuk sementara, kerusakan yang cukup besar dilaporkan terjadi di Nokilalaki, Kamarora, dan Lemban Tongoa,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Sigi masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban maupun tingkat kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Rizal menyebut seluruh unsur pemerintah daerah telah dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat dan asesmen di lokasi terdampak.
“Saat ini seluruh jajaran sedang bergerak melakukan penanganan dan pendataan dampak gempa,” katanya.
Diketahui, gempa M 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan kuat dirasakan di Kabupaten Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, dan sejumlah daerah lainnya.
Sejumlah laporan menyebutkan adanya kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga infrastruktur jalan. Selain itu, terdapat informasi mengenai seorang warga di Kecamatan Nokilalaki yang tertimbun reruntuhan rumah akibat gempa. Namun laporan tersebut masih menunggu verifikasi resmi dari pemerintah daerah.
Hingga saat ini, Pemkab Sigi masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan mendesak warga terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Versi ini mengikuti pola penulisan detik.com: lead singkat, lokasi pada paragraf pembuka, kutipan langsung dipisahkan, serta alur informasi yang ringkas dan lugas.






