Poso, PaluEkspres.com – Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 10.27 Wita, menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak.
Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Ir. Asbudianto, S.T, M.Si, sejumlah infrastruktur di empat kabupaten kota terdampak gempa magnitudo 6,7. Untuk Kota Palu, terjadi keretakan pada jembatan 3 Palu, beberapa bangunan roboh. Selain itu, beberapa bangunan mengalami kerusakan.
Selanjutnya, di Kabupaten Sigi, beberapa bangunan roboh, Gunung Kamarora longsor, saluran air terputus. Hal yang sama di Kabupaten Parigi Moutong, beberapa bangunan mengalami kerusakan.
Sedangkan di Kabupaten Poso, beberapa bangunan mengalami kerusakan, akses jalan di Napu mengalami kerusakan dan nyaris putus.
Kerusakan infrastruktur jalan yang menghubungkan antara dusun Dongi-Dongi di Kecamatan Lore Utara (Napu) di Kabupaten Poso dengan Kabupaten Sigi itu viral di media sosial melalui akun FB, Rizki Andika. Terputusnya koneksivitas antardua kabupaten tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Alberta Megati kepada media ini melalui sambungan whatsaapnya.
“Iya benar jalan retak-retak nyaris putus dan sulit dilalui arah Dongi-Dongi Desa Sedia atau Napu ke Sigi dan Kota Palu, ” tulisnya.
Sementara kepala Dinas Bina Marga dan Tataruang Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Faidul Keteng, S.T., MT. M.Si ketika dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya akan segera menangani ruas jalan yang putus akibat gempa tersebut.
” Kami akan segera memperbaiki kerusakan jalan akibat gempa tersebut secepatnya, agar koneksitas antar wilayah tersebut segera teratasi dan tidak menyusahkan masyarakat. Saat ini tim kami sedang melakukan investigasi lokasi jalan yang retak dan putus itu, ” jelasnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso, Dharma Metusala, kepada media ini mengatakan jika saat ini untuk sementara belum ada laporan jumlah kerugian materil pascagempa magnitudo 6,7 tersebut.
” Saat ini tim kami masih sedang berada di lapangan melakukan pengumpulan informasi dan data jika ada kerugian yang terjadi akibat gempa itu. Tapi sampai saat ini belum ada laporan kerugian atau fasilitas umum dan milik masyarakat yang jadi korban, ” tandasnya. (bid/paluekspres)






