KUPANG, PALUEKSPRES.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa dalam aksi penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Dua dari tiga korban merupakan putra NTT, yakni Willi Mbuik (24-25), CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Kupang, dan drh Alfonsius Albinus Mehan (35), Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Sikka, Maumere.
Sementara satu korban lainnya ialah Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.
Pemerintah Provinsi NTT mengecam keras aksi penembakan tersebut. Kekerasan dan pembunuhan terhadap manusia dinilai tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa dalam aksi penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan,” demikian pernyataan Pemprov NTT.
Pemprov NTT menegaskan ketiga korban sedang menjalankan tugas negara dan tugas kemanusiaan. Mereka bertugas memberikan pelayanan serta membantu masyarakat Papua melalui program bantuan pangan dari negara.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya tindakan penembakan tersebut. Apa pun alasan yang mendasarinya, kekerasan dan pembunuhan terhadap manusia tidak dapat dibenarkan,” tegas Pemprov NTT.
Pemprov NTT juga meminta aparat keamanan segera mengejar dan menangkap para pelaku. Para pelaku diminta diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Peristiwa seperti ini tidak boleh terus berulang di Tanah Papua. Negara harus hadir dan memastikan setiap anak bangsa yang mengabdi di mana pun berada mendapatkan rasa aman dan perlindungan,” ujarnya.
Jenazah 2 Putra NTT Dijemput di Kupang
Khusus kepada keluarga Willi Mbuik dan drh Alfonsius Albinus Mehan, Pemprov NTT menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.
Jenazah keduanya dijadwalkan tiba di Kupang. Pemerintah Provinsi NTT menyatakan akan menjemput kedua jenazah tersebut.
Pemprov NTT menyebut Willi dan Alfonsius merupakan dua anak muda NTT yang memilih mengabdi di wilayah yang tidak mudah. Keduanya dinilai telah menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dan kemanusiaan tidak dibatasi oleh daerah asal.
“Dua anak muda NTT ini memilih mengabdi di tempat yang tidak mudah. Mereka menunjukkan bahwa kebangsaan dan kemanusiaan tidak mengenal batas daerah,” demikian pernyataan tersebut.
Pemprov NTT juga mengaitkan pengabdian keduanya dengan semangat solidaritas masyarakat Indonesia. Saat ini, dari Flores, anak-anak bangsa dari berbagai penjuru Indonesia datang membantu masyarakat yang terdampak gempa.
“Demikian pula Willi dan Alfonsius telah hadir membantu masyarakat Papua,” lanjutnya.
Pemprov NTT berharap pengabdian kedua putra daerah tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berbuat baik bagi bangsa dan negara, baik di NTT, Papua, maupun daerah lainnya.
“Selamat jalan Willi Mbuik dan drh Alfonsius Albinus Mehan. Semoga Tuhan menerima amal pengabdian dan menempatkan kedua putra terbaik NTT ini di sisi-Nya,” tutup pernyataan Pemprov NTT.






