Jumat, 18 September 2026

Pertumbuhan Pajak Naik 24 Persen Per Agustus, Pemerintah: Bukti Peningkatan Aktivitas Ekonomi Domestik

JAKARTA, PALUEKSPRES.COM – Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan pajak hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.409,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan mencerminkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun lalu, ketika penerimaan pajak masih terkontraksi 5,1 persen.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan perbaikan administrasi perpajakan. Realisasi tersebut juga telah mencapai 59,8 persen dari target penerimaan pajak tahun 2026, yakni Rp2.357,7 triliun.

“Kita lihat bahwa penerimaan pajak kita itu terus tumbuh sejalan dengan aktivitas ekonomi yang terus meningkat, pertumbuhannya ada, transaksinya ada,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBNKITA, Jumat (18/9).

Menurutnya, penguatan aktivitas ekonomi domestik tercermin di hampir seluruh komponen penerimaan pajak.

Salah satunya tercermin di realisasi Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas yang mencapai Rp722,2 triliun, atau tumbuh 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi kontributor terbesar bagi penerimaan pajak per Agustus 2026.

Suahasil menilai pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga oleh perbaikan tingkat kepatuhan pajak berkat penerapan sistem Coretax yang mempermudah administrasi perpajakan, seperti penyampaian bukti potong.

Dampaknya, sejumlah jenis PPh mencatat pertumbuhan hingga Agustus 2026.

Realisasi PPh Badan, misalnya, mencapai Rp243,7 triliun, sementara PPh Pasal 21 mencapai Rp171,5 triliun atau tumbuh 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“PPh 21 ini cukup sehat. Gaji dan upah dan gaji PPh 21 itu moderat, sistem administrasinya bekerja, Coretax bekerja, peningkatan penghasilan karyawan terjadi, maka dia tumbuh cukup sehat,” ujar Suahasil.

Ia melanjutkan, kontributor terbesar kedua berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dengan realisasi mencapai Rp591,5 triliun hingga Agustus 2026.

Menurut Suahasil, pertumbuhan penerimaan PPN dan PPnBM juga didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi karena kedua jenis pajak tersebut berasal dari transaksi konsumsi dan perdagangan. Dengan demikian, kenaikan penerimaan PPN dan PPnBM menjadi salah satu indikasi menguatnya daya beli masyarakat.

“PPN dan PPnBM meningkat tinggi ditopang konsumsi dalam negeri dan daya beli yang kuat. Misalnya permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik itu tumbuh, permintaan mobil dan motor itu tumbuh, berarti aktivitas ekonomi itu tumbuh. Karena itu pajak juga menerima,” kata dia.

Suahasil menambahkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi domestik tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah menjaga ketahanan ekonomi di tengah gejolak global. Menurutnya, hal itu tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi, seperti inflasi yang berada pada kisaran 1,5–3,5 persen dan pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas 5 persen.

“Di tengah dinamika global, pertumbuhan kita terus terjaga, permintaan domestik cukup kuat, stabilitas ekonomi kita jaga, dan sinergi kebijakan makro, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter kita, kita jaga dengan baik,” pungkas Suahasil.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam