Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Astaga, Istri Oknum Kades Pengedar Sabu

Ilustrasi

PALU EKSPRES, BOMBANA – MR seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Bombana kini hanya bisa nenyesali perbuatannya. Istri dari salah seorang kepala desa di Kecamatan Tontonunu ini harus meringkuk di penjara setelah tertangkap tangan memiliki 16 paket sabu siap edar.

Kapolsek Poleang, Iptu Raden Mulyadi mengatakan, proses penyidikan terhadap tersangka MR kini dilimpahkan di satuan narkoba Polres Bombana. Pelimpahan dilakukan untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut. Yang pasti, Istri oknum Kades di Kecamatan Tontonunu ini diancam melanggar undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, pasal 114 subsider pasal 112.

“Ancaman hukumannya 20 tahun penjara dan paling singkat 5 tahun penjara. Selain itu,  tersangka juga terancam denda Rp 1 milyar,” unkapnya kepada Kendari Pos, Kamis (4/5).

Menurut Raden Mulyadi, pasca MR ditangkap, personilnya telah mengembagkan penyidikan terhadapnya. Namun sayang, MR belum banyak “bernyanyi” terkait kepemilikan 16 paket sabu yang dijadikan sebagai barang bukti.

Perempuan berusia 34 tahun ini hanya mengungkapkan jika serbuk haram tersebut diperoleh dari Kendari. Sementara satu paket sabu yang sudah terjual belum diungkap oleh Mr sebelum dia dilimpahkan di Polres Bombana. Sekedar diketahui,  Mr alias En, warga Tetehaka, Kecamatan Tontonunu ditangkap personil Polsek Poleang, di rumahnya, Selasa (2/5/2017), sekitar pukul 03.30 dini hari.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah personilnya mendapatkan laporan jika ada warga Tontonunu yang ditengarai menyalahgunakan narkotika. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi. Mereka melakukan penyelidikan dan mengintai gerak gerik Mr. Kurang lebih 1 bulan diintai, polisi menggerebek rumah Mr di Tetehaka.

Di dalam rumahnya, polisi menemukan 16 paket sabu-sabu, satu set alat hisap shabu (bong), korek gas, hand phone serta uang hasil penjualan sabu Rp 200.000. “Uang tunai yang kami sita ini, merupakan penjualan satu paket sabu yang sudah dijual,” beber Kapolsek, beberapa jam setelah penangkapan Selasa lalu.

(Fajar/KP/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital